Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Benalu Teh (Scurrula Atropurpurea (Bl.) Dans) Sebagai Antikapang Candida Albicans Dan Aspergillus Niger Secara Invitro
Abstract
Benalu teh Scurrula atropurpurea merupakan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik dan terpenoid yang berpotensi sebagai antifungi alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun benalu teh dalam menghambat dan membunuh pertumbuhan Candida albicans dan Aspergillus niger secara in vitro, serta menganalisis hubungan korelasi antara Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Metode yang digunakan adalah eksperimental desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan teknik pengenceran bertingkat (serial dilution) dan metode sebar (spread plate) pada media Potato Dextrose Broth (PDB) dan Potato Dextrose Agar (PDA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mulai efektif terhadap Candida albicans pada konsentrasi ≥12,5%, dengan KHM optimal pada 6,25% (OD 1,310 nm), sedangkan terhadap Aspergillus niger mulai efektif pada konsentrasi ≥50%, dengan KHM juga pada 6,25% (OD 0,294 nm). Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan pada Candida albicans (p<0,05), dan uji Kruskal-Wallis menunjukkan hasil signifikan pada Aspergillus niger, walaupun uji lanjut Mann-Whitney U tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara beberapa konsentrasi. Korelasi antara konsentrasi ekstrak dan daya hambat tergolong sangat kuat (r=0,91737). Ekstrak etanol daun benalu teh memiliki potensi sebagai antifungi terhadap Candida albicans dan Aspergillus niger, meskipun efektivitas terhadap kapang masih menunjukkan kemungkinan resistensi pada konsentrasi tinggi.
Kata kunci: Antikapang, Aspergillus niger, Benalu teh, Candida albicans
