Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Industri Tahu Skala Rumah Tangga (Ikrt) Menggunakan Teknologi Anaerobik - Aerobik Biofilter
Abstract
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan didukung dengan peningkatan di sektor pembangunan perekonomian telah memicu terjadinya perubahan terhadap kualitas lingkungan di kota Pasuruan. Kebutuhan bahan pangan semakin meningkat. Meningkatnya harga bahan pangan banyak masyarakat membeli kebutuhan pangan lebih murah seperti bahan pangan tahu semisalnya. Tahu merupakan salah satu jenis makanan sumber protein dengan bahan dasar kacang kedelai (Soybeans) yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sebagian besar produk tahu di Indonesia dihasilkan oleh industri skala kecil yang kebanyakan terdapat di Pulau Jawa. Industri tahu dalam proses pengolahannya menghasilkan limbah baik limbah padat maupun cair. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan. Limbah padat ini kebanyakan oleh pengrajin dijual dan diolah menjadi tempe gembus, kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan diolah menjadi tepung ampas tahu. Limbah cair dari produksi tahu dihasilkan dari proses pencucian, perebusan, pengepresan dan pencetakan tahu. Pabrik Tahu yang berada di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan memiliki luas lahan ± 320 m2 dengan jumlah produksi 1000 kg/hari. Pabrik tahu ini terletak di tengah pemukiman penduduk, pabrik ini menghasilkan 2 jenis limbah yaitu limbah cair dan limbah padat (ampas tahu), untuk limbah padat (ampas tahu) sudah difungsikan sebagai pakan ternak sedangkan untuk limbah cair hasil produksi belum dapat digunakan secara efektif .Pabrik Aneka Tahu tidak memiliki sistem pengolahan limbah cair,hal itu menyebabkan limbah cair tidak diolah (hanya diendapkan dalam tanah), apabila hal itu terjadi secara terus menerus bisa menyebabkan pencemaran lingkungan, karena itulah maka diperlukan adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan direncanakan menggunakan teknologi Anaerobik – Aerobik Biofilter.
Pada penelitian ini menggunakan Teknologoi Anaerobik-Aerobik Biofilter. Data Sekunder pada penelitian ini didapat dari Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pasuruan, sedangkan data primer diperoleh dari pengamatan langsung dan hasil uji sampel di laboratorium. Survei dilakukan selama 7 hari untuk mendapatkan data serta dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai BOD sebesar 2021 mg/L, COD sebesar 8910 mg/L, TSS sebesar 212,7 mg/L dan Ph limvah cair sebesar 4,56 melalui hasil uji sampel Laboratorium. Berdsarkan hasil survei dan perhitungan maka didapatkan Desain Dimensi dari perencanaan Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada pabrik Tahu yaitu : 1. Bak Ekualisasi dengan Panjang 2 m, Lebar 1,7 m, dan Tinggi Total 1,7 m. 2. Bak Anaerobik yang terdiri dari 3 ruang dengan masing- masing ruang memiliki Panjang 5,1 m, Lebar 1,5 m, dan Tinggi total 1,7 m. 3. Bak Aerobik yang
terdiri dari 2 ruang media yang memiliki Panjang 1,4 m, Lebar 1,2 m dan Tinggi total 1,7 m untuk masing-masing bak dan 1 ruang aerasi dengan Panjang 0,8 m, Lebar 1,2 m dan Tinggi total 1,7 m. 4. Bak Clarifier dengan Diameter 1,6 m dan Tinggi total 2 m. Serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada Pabrik Tahu Bajangan diperoleh Rp.64.328.884,9
