Profil Metabolit Sekunder Dan Penentuan Nilai Sun Protection Factor (Spf) Ekstrak Kulit Buah Delima Hitam (Punica granatum L.)
Abstract
Delima Hitam (Punica granatum L.) merupakan tumbuhan yang termasuk dalam anggota familia Punicaceae, kulit delima hitam diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder serta kandungan antioksidan, kandungan tersebut memiliki potensi dimanfaatkan sebagai bahan tabir surya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengenali senyawa metabolit sekunder melalui uji Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Skrining Fitokimia kulit delima hitam untuk dapat mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) sebagai potensi agen tabir surya. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data perubahan warna pada uji profil metabolit sekunder dan data panjang gelombang uji FTIR menggunakan deskriptif kualitatif, sedangkan pada data nilai absorbansi untuk perhitungan nilai SPF menggunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan perhitungan Mansur. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kulit delima hitam terdapat kandungan senyawa metabolit sekunder, di antaranya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Pada uji FTIR terdapat hasil Spektrum 3247,48 cm-1; 2492,27 cm-1; 1722,86 cm-1; 1603,06 cm-1. SPF dalam kulit buah delima hitam 6,554 pada 200 ppm; 11,743 pada 300 ppm; 18,213 pada 400 ppm dan 29,115 pada 500 ppm dengan indikasi proteksi ekstra hingga ultra sebagai tabir surya.
Kata kunci: Kulit delima hitam, metabolit sekunder, FTIR, SPF, Tabir surya
