Studi Peningkatan Lapisan Tambahan (Overlay) Pada Ruas Jalan Waenetat- Air Mendidi, Kab. Buru, Provinsi Maluku (STA 0+000 – 11+000)
Abstract
Jalan merupakan perwujudan daripada perkembangan antar wilayah yang seimbang, pemerataan hasil pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional. Transportasi nasional mempunyai peranan penting terutama dalam mendukung bidang ekonomi, sosial dan budaya serta lingkungan yang di kembangkan melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antara daerah.
Seiring dengan perkembangan waktu kendaraan yang semakin meningkat dan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan lalu lintas, kondisi jalan dan berkurangnya kenyamanan bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut. Sebab itu perlu suatu prasarana jalan yang memadai yaitu dengan dilakukannya perkerasan jalan yang bisa di lalui oleh pengendara. Di jalan Waenetat – Air Mendidi Kabupaten Buru Provinsi Maluku sepanjang 11,000 Km (STA 0+000 – 11+000).
Adapun pembahasan yang akan diulas dalam skripsi ini meliputi beberapa faktor antara lain perhitungan LHR, perhitungan tebal lapisan tambahan perkerasan (Overlay) dengan menggunakan cara lendutan balik, dan perencanaan saluran drainase
Hasil dari penelitian yaitu untuk mengatahui nilai LHR pada umur rencana 10 tahun dengan tingkat pertumbuhan lalu lintas sebesar 6% dalam satu tahun, sehingga total pertumbuhan dalam 10 tahun umur rencana Pada peningkatan jalan perhitungan (Overlay) mengunakan metode lendutan balik. Hasil dari perhitungan didapat beban lalu lintas yang terjadi pada jalan lintas Waenetat – Air Mendidi Kabupaten Buru Provinsi Maluku ialah 823.378 SMP, ketebalan lapisan tambahan (Overlay) sebesar 6 cm dan perhitungan saluran drainase pada ruas jalan lintas Waenetat – Air Mendidi Kabupaten Buru maka di dapat dimensi drainase yang di bagi menjadi 3 segmen yaitu : a. Segmen I ( Sta. 0 +000 – 0 +700) didapat demensi saluran tinggi jagaan (w) = 0,20m dan tinggi saluran (h) = 0,62 m dan lebar saluran (b) = 0,51 m. b. Segmen II ( Sta. 0 +700 – 2 +000) didapat demensi saluran tinggi jagaan (w) = 0,34m dan tinggi saluran (h) = 1,04m dan lebar saluran (b) = 0,86m. c. Segmen III ( Sta. 5 +250 – 6 +300) didapat demensi saluran tinggi jagaan (w) = 0,24m dan tinggi saluran (h) = 0,74m dan lebar saluran (b) = 0,61m.
