Studi Pengembangan Kebutuhan Air Bersih Di Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo
Abstract
Air merupakan hal yang paling penting bagi keberlangsungan mahluk hidup. Jumlah air dibumi pada hari ini sama seperti saat bumi terbentuk. Namun dengan peningkatan populasi manusia kebutuhan akan air semakin meningkat (Noerhayati et al., 2020). Seperti kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) dan irigasi. diantara berbagai kegunaan. Oleh karena itu, hampir 85% konsumsi air digunakan untuk MCK-nya (Droste, 1997).
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pelayanan PDAM di Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo dan melakukan studi tentang kinerja pelayanan penyediaan air bersih. Aplikasi EPANET 2.0 memiliki kelebihan dalam menganalisis jaringan distribusi seperti laju aliran dalam jaringan yang diperoleh dengan menggunakan metode linier, kehilangan tekanan akibat gesekan dihitung dengan menggunakan rumus Darcy- weisbach atau Chezy-maning, menghitung harga kekerasan pipa menggunakan persamaan Hazen-william dan Darcy-weisbach atau Chezy-manning, kecepatan, Head loses pada system jaringan distribusi air bersih.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk Desa Banyuglugur pada tahun proyeksi 2033 sebesar 3512 jiwa. Debit yang di butuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada tahun proyeksi 2033 di Desa Banyuglugur adalah 6,73 liter/ detik. Jumlah node 37 , Pipa 36 dan 1 unit reservoir serta menggunakan tipe jaringan branch/bercabang, kemudian Desa Banyuglugur Kecamatan Banyuglugur tahun 2033 hasil analisis dan running menggunakan software Epanet 2.2 menghasilkan tambahan 40 node, 39 pipa, dan 1 unit reservoir. jumlah pipa primer (d = 200mm) 10 unit, pipa sekunder (d = 150mm) 13 unit, pipa tersier (d = 100mm) 16 unit.
