Evaluasi Sistem Drainase Perumahan Bumiayu Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang
Abstract
Peningkatan aktivitas pembangunan seperti perumahan, kawasan industri, dan perdagangan menyebabkan perubahan tata guna lahan yang berdampak pada berkurangnya daerah resapan air, sehingga meningkatkan risiko banjir dan genangan, terutama di wilayah yang tertutup bangunan atau aspal. Hal ini terjadi di Perumahan Bumiayu, Kecamatan Sampang, yang sering mengalami genangan akibat limpasan dari sawah dan perumahan sekitar. Penelitian ini bertujuan mengetahui curah hujan rancangan, debit banjir rancangan, kapasitas saluran drainase eksisting, dan evaluasi saluran drainase menggunakan program EPA SWMM 5.1. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data curah hujan, topografi, tutupan lahan, dan data eksisting drainase. Analisis dilakukan melalui uji konsistensi data, distribusi frekuensi, koefisien pengaliran, waktu konsentrasi, debit banjir dan air kotor, lalu dibandingkan dengan kapasitas saluran eksisting. Jika tidak mencukupi, dilakukan redesain dimensi saluran. Hasil penelitian menunjukkan curah hujan rancangan 10 tahunan sebesar 107,16 mm, debit maksimum 0,614 m³/detik (Z1-Z6), minimum 0,003 m³/detik (F9-F11, Q5-Q6), dan 24 saluran tidak mampu menampung debit tersebut. Redesain terbesar dilakukan pada saluran L7-Z1 dan Z1-Z6 menjadi 0,6 m × 1 m. Model SWMM menunjukkan intensitas hujan tertinggi terjadi di jam ke- 2.
