Optimalisasi Perencanaan Pola Tanam Pada Daerah Irigasi Bululawang Kabupaten Malang
Abstract
Sebagai negara agraris, air berperan penting dan paling dibutuhkan untuk menunjang proses bercocok tanam. Oleh karena itu pengaturan jaringan irigasi menjadi keharusan. Jaringan irigasi perlu dijaga dan dirawat sebagaimana fungsinya supaya dapat dimafaatkan dan tidak berdampak negarif terhadap lingkungan. Dengan seiring berjalannya waktu dan perkembangan wilayah di daerah persawahan, pengelolaan air pada jaringan irigasi seringkali memiliki distribusi air yang tidak memenuhi kebutuhan air di area persawahan, tentunya hal ini mengakibatkan menurunnya produksi pertanian,
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan tahapan studi pustaka, observasi lapang, dokumentasi, pengumpulan data yang meliputi data pola tanam, klimatologi, debit aliran, jenis tanah, jaringan irigasi, dan ekonomi. Selanjutnya dilakukan analisis hidrologi, perhitungan kebutuhan air irigasi, penyelesaian masalah menggunakan program linier SOLVER, perhitungan tinggi bukaan pintu, dan pembuatan kesimpulan saran
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat defisit kebutuhan air pada pola tanam existing, oleh karenannya perlu dilakukan optimasi pola tanam agar diperoleh keuntungan maksimum dengan keterbatasan debit yang ada. Selain itu dilakukan juga pembuatan pola tanam alternatif agar dapat menjadi solusi dari pola tanam existing. Hasil optimasi menunjukkan bahwa pola tanam alternatif III memberikan keuntungan paling besar di antara pola tanam yang direncanakan. Pola tanam yang direkomendasikan adalah Padi/Palawija (Jagung) (252 ha) – Padi/ Palawija (Jagung) (185,19 ha) – Padi/ Palawija (Jagung) (119,52 ha), dengan total keuntungan tahunan sebesar Rp11.420.086.122 dan tingkat optimalisasi lahan sebesar 220,92%. Di antara berbagai alternatif pola tanam yang dianalisis, Alternatif III dipilih karena memberikan hasil maksimal.
