Analisa Debit Banjir Akibat Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Daerah Aliran Sungai Konto Kabupaten Malang
Abstract
Aliran sungai merupakan komponen yang sangat penting dalam ekosistem lingkungan. Peristiwa banjir yang terjadi di daerah aliran sungai dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada kebutuhan hidup manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis debit banjir akibat pengaruh perubahan tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto, Kabupaten Malang.
Metode penelitian yang digunakan adalah perhitungan dengan Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu dan simulasi aplikasi HEC-HMS dengan menggunakan data tata guna lahan, curah hujan, dan debit sungai.
Nilai koefisien limpasan rerata pada sungai Konto adalah sebagai berikut: tahun 2013 sebesar 0,0722, tahun 2014 sebesar 0,0753, tahun 2015 sebesar 0,0753, tahun 2016 sebesar 0,0749, tahun 2017 dan 2018 sebesar 0,0753, tahun 2019 sebesar 0,0754, tahun 2020 sebesar 0,0807, tahun 2021 sebesar 0,0794, tahun 2022 sebesar 0,0814, dan tahun 2023 sebesar 0,0835.
Berdasarkan hasil simulasi aplikasi HEC-HMS, debit maksimum sungai Konto pada kala ulang yang berbeda-beda adalah sebagai berikut: kala ulang 2 tahun sebesar 27,10 m3/detik, kala ulang 5 tahun sebesar 28,10 m3/detik, kala ulang 10 tahun sebesar 28,60 m3/detik, kala ulang 25 tahun sebesar 29,40 m3/detik, kala ulang 50 tahun sebesar 29,90 m3/detik, kala ulang 100 tahun sebesar 30,40 m3/detik, kala ulang 200 tahun sebesar 30,90 m3/detik, dan kala ulang 1000 tahun sebesar 31,90 m3/detik.
Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah bahwa perubahan tata guna lahan di DAS Konto, Kabupaten Malang dapat mempengaruhi debit banjir. Hal ini dibuktikan melalui nilai persentase perubahan nilai koefisien limpasan akibat tutupan lahan sebesar 15,65% dan persentase perubahan nilai debit puncak hasil simulasi aplikasi HEC-HMS sebesar 17,71%.
