Analisis Kerapatan Stomata Dan Morfologi Daun Cabai Rawit (Capsicum Frutescens) Yang Tumbuh Di Lahan Pada Ketinggian Yang Berbeda Di Wilayah Kabupaten Malang
Abstract
Penurunan produktivitas tanaman cabai rawit dapat di pengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti ketinggian tempat, Intensitas cahaya, kelembaban, dan pH tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan stomata, morfologi daun tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens), dan menganalisis hubungan faktor abiotik di ketinggian yang berbeda di wilayah kab. Malang. Penelitian ini di lakukan di laboratorium Biologi Universitas Islam Malang pada bulan juli 2024 dan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lahan tanaman cabai rawit menggunakan metode purposive sampling, yaitu lahan yang mewakili dataran rendah (293 mdpl) di desa Bantur, dataran sedang (488 mdpl) di desa Wajak, dan dataran Tinggi (1160 mdpl) terdapat di desa Pujon. Lahan dengan tanaman yang sudah tahap generatif berbuah, setiap lahan diambil 3 sampel daun tanaman. Setiap tanaman diambil 3 daun sebagai ulangan. Sehingga sampel penelitian berjumlah 9 daun setiap lahan. Sehingga total keseluruhan buat preparat berjumlah 9×3= 27 sampel daun. Data Hasil penelitian kerapatan stomata dianalisis dengan menggunakan uji uji regresi linear dan untuk mengetahui adanya hubungan kerapatan stomata dengan perbedaan ketinggian tempat tumbuh dilakukan uji kolerasi menggunakan software Ms. Excel 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kerapatan stomata dan aspek parameter morfologi yang meliputi panjang daun, lebar daun dan luas daun tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) pada setiap ketinggian. Kerapatan stomata daun cabai di Bantur memiliki nilai rata-rata 203,82 individu stomata/mm2, dan di Desa Wajak terdapat kerapatan stomata senilai jumlah rata-rata 198,73 individu stomata/mm2, Sedangkan kerapatan stomata di Pujon memiliki nilai rata-rata 254,78 individu stomata/mm2. Kerapatan stomata daun tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di ketiga ketinggian tempat masih tergolong dalam kategori rendah, yaitu (<300/mm2). Sedangkan hasil data parameter panjang daun di dataran tinggi memiliki rata-rata 12,4 cm, lebih panjang dibandingkan dengan tanaman di dataran sedang (10,5 cm) dan dataran rendah (9,4 cm). Selain itu, lebar daun juga menunjukkan pola yang serupa, dengan rata-rata 4,8 cm di dataran tinggi, 4,5 cm di dataran sedang, dan 4,3 cm di dataran rendah. Untuk luas daun, tanaman di dataran tinggi memiliki rata-rata luas 12,2 cm², sedangkan di dataran sedang dan rendah masing-masing memiliki rata-rata 10,6 cm² dan 8,6 cm².
Kata kunci : Cabai, Kerapatan, Ketinggian, Stomata.
