Studi Analisis Kualitas Air Minum Hippam Desa Karangsono Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Dengan Metode Hazard Analysis Critical Control Point (Haccp)
Abstract
Kualitas air sungai yang umumnya digunakan sebagai air baku dipengaruhi oleh aktivitas manusia di sekitarnya. Aktivitas yang dapat memberi dampak antara lain perubahan pola pemanfaatan lahan menjadi lahan pertanian, tegalan dan permukiman serta meningkatnya aktivitas industri dan manusia. Penelitian ini mengidentifikasi tata laksana pengawasan kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 736/Menkes/Per/IV/2010 dengan menggunakan metode Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Seluruh tahapan produksi dievaluasi dengan menggunakan metode HACCP. Tahapan analisa pengawasan terhadap bahaya menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) untuk memudahkan penentuan risiko dan bahaya. Penelitian dengan metode HACCP ditinjau berdasarkan data hasil uji laboratorium sampel air HIPPAM Desa Karangsono dan observasi kondisi eksisting unit pengolahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas air minum HPPAM Desa Karangsono menunjukkan adanya kontaminasi signifikan oleh total koliform dan Escherichia coli (E. coli). Identifikasi risiko penyebab penurunan kualitas air minum HIPPAM Desa Karangsono, bahwa kontaminasi mikrobiologis terjadi sejak tahap awal sistem distribusi air, yaitu di sumber air, yang kemudian diperparah oleh tidak adanya sistem disinfeksi serta rekontaminasi di tandon penyimpanan. Titik-titik ini kemudian ditetapkan sebagai Critical Control Points (CCP) dalam sistem HACCP untuk HIPPAM Karangsono, dan perlu dilakukan tindakan korektif secara menyeluruh agar mutu air memenuhi standar keamanan. Tindakan pengawasan dan perbaikan terhadap risiko teridentifikasi untuk pengendalian kualitas air minum HIPPAM Desa Karangsono dapat dilakukan dengan memperbaiki segala aspek 4 M + 1 E.
