Studi Analisa Optimasi Distribusi Irigasi Terhadap Kebutuhan Air Pada Daerah Irigasi Krasak Kab. Probolinggo
Abstract
Irigasi berfungsi mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Fungsinya tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga stabilitas hasil pertanian, mengurangi risiko gagal panen akibat ketidakpastian iklim, serta menciptakan kelembapan tanah yang optimal. Penelitian ini menghitung akan kebutuhan air irigasi untuk lahan pertanian secara optimal, hal ini dilakukan agar dengan ketersediaan air yang terbatas namun dapat memperoleh hasil yang maksimal. Tahan penelitian ini dimulai dengan menggunakan data curah hujan yang di peroleh stasiun hujan wonorejo yang kemudian analisis data curah hujan dilakukan agar diketahui data tersebut konsisten dan dapat dipakai. Selanjutnya menentukan kebutuhan air irigasi dengan mempertimbangkan pola tata tanam. Langkah akhir menggunakan SOLVER untuk mengetahui hasil optimal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pola tanam optimal berdasarkan debit yang tersedia adalah: Musim Tanam I: Padi denga luas lahan 538 ha dan volume air sebesar 469,208,092 m3. Tebu dengan luas lahan 60 ha dan volume air sebesar 94,912,500 m3. Musim Tanam II: Padi dengan luas lahan 190 ha dan volume air sebesar 165,705,460 m3. Palawija (jagung) dengan luas lahan 348 ha dan volume air sebesar 518,474,760 m3. Tebu dengan luas lahan 60 ha dan volume air sebesar 94,912,500 m3. Musim Tanam III: Padi dengan luas lahan 429 ha dan volume air sebesar 374,145,486 m3. Palawija (jagung) dengan luas lahan 109 ha dan volume air sebesar 162,395,830 m3. Tebu dengan luas lahan 60 ha dan volume air sebesar 94,912,500 m3.
