| dc.description.abstract | Daerah Aliran Sungai (DAS) Kemuning di Kabupaten Sampang mengalami penurunan fungsi akibat sedimentasi dan perubahan tata guna lahan, sehingga sering menimbulkan banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis curah hujan kala ulang 25 tahun, membuat peta tematik kerawanan banjir, menganalisis luas daerah rawan banjir, dan menganalisis wilayah mana saja yang tergolong daerah rawan banjir di DAS Kemuning Kabupaten Sampang.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan meliputi curah hujan, jenis tanah, penggunaan lahan, data DEM untuk kemiringan lereng, ketinggian lahan, dan peta buffer sungai. Data dianalisis menggunakan metode skoring dan overlay.
Hasil penelitian menunjukkan curah hujan kala ulang 25 tahun di DAS Kemuning sebesar 78,42 mm. Peta tematik kerawanan banjir diklasifikasikan menjadi lima kategori: tidak rawan, kurang rawan, cukup rawan, rawan, dan sangat rawan, yang masing-masing ditandai dengan warna berbeda. Luasan daerah rawan banjir terbanyak berada pada kategori cukup rawan sebesar 251,99 km². Wilayah tidak rawan terluas terdapat di Desa Banyukapah, kurang rawan di Desa Banyukapah, cukup rawan di Desa Gunungkesan, rawan di Desa Muktesareh, dan sangat rawan di Desa Panggung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya mitigasi banjir dan pengelolaan DAS di masa mendatang. | en_US |