Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (Iplt) Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu
Abstract
Limbah merupakan air yang tidak bersih dan mengandung berbagai zat yang dapat membahayakan manusia dan makhluk hidup lainnya dan lazim muncul karena hasil aktivitas manusia, baik dari industri maupun dari rumah tangga. Limbah dibagi menjadi dua tipe yaitu greywater dan blackwater. Greywater berasal dari kegiatan domestik kegiatan rumahan seperti air bekas cuci piring, mandim cuci, tidak termasuk toilet. Blackwater merupakan limbah domestik dari hasil kegiatan pada toilet, urinoir dan bidets. Kabupaten Indramayu memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.894.325 jiwa, dan memiliki luas wilayah 2.040,11 kilometer persegi (km2), menjadikannya sebagai salah satu Kebupaten terluas di Provinsi Jawa Barat.
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu dengan menhitung volume lumpur tinja yang berada pada lokasi penelitian. Demikian juga dengan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan IPLT sebelumnya untuk mendapatkan nominal yang jelas sebagai patokan dengan RAB AHSP agar lebih akurat. Perhitungan kelayakan ekonomi dalam perencanaan IPLT termasuk dalam lingkup pembahasan ini.
Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah penduduk yang terlayani hingga tahun 2047 adalah 84.296 jiwa dengan hasil perencanaan teknis terhadap kebutuhan kapasitas IPLT di akhir periode desain 25 tahun adalah 66 m3/hari. Perhitungan RAB AHSP untuk perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Anjatan dengan total biaya mencapai Rp 5.378.981.295,00. Hasil perhitungan kelayakan ekonomi dalam perencaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Hasil dari perhitungan Nilai EBCR pada perencanaan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Menenjukan nilai 32 dimana nilai tersebut >1. Dan perhitungan nilai ENPV menunjukan nilai positif Rp180.622.929.340,00 .sehingga proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kecamtan Anjatan layak secara ekonomi.
