Studi Perencanaan Bangun Ruang Tiga Dimensi Instalansi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Di Perumahan Griya Anjuk Ladang Kab. Nganjuk
Abstract
Air limbah domestik adalah air buangan yang berasal dari kegiatan rumah tangga, seperti air bekas mandi, mencuci, dan kotoran manusia. Peningkatan jumlah penduduk sepuluh tahun terakhir mencapai 10% dari 252 juta menjadi ssekitar 277- 278 juta jiwa dan urbanisasi yang cepat di Indonesia telah memicu peningkatan produksi air limbah domestik yang mencapai 5-7% dalam dekade terakhir dan akan terus meningkat seiring waktu (BPS). Situasi ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan, masalah kesehatan masyarakat, dan kerusakan ekosistem. Oleh karena itu, pengelolaan air limbah yang efektif menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.(KLHK).
Penelitian ini merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dilakukan di Perumahan Griya Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, dengan tujuan memberikan solusi permasalahan air limbah yang terjadi di lokasi tersebut dengan tujuan agar air limbah (greywater) dapat diolah sebelum dibuang ke saluran drainase. Metode yang digunakan adalah ABR (Anaerobic Baffled Reactor) dengan mengolah data pendukung seperti peta site plan, penggunaan air bersih (PDAM Tirta Dharma), data jumlah penduduk, dan sample air limbah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besar debit air limbah domestik yang terdapat pada Perumahan Griya Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk sebesar 120,68 m3/hari. Kondisi air limbah domestik di Perumahan Griya Anjuk Ladang kabupaten Nganjuk tergolong kurang baik karena tidak sesuai dengan baku mutu yang diharapkan. Namun dengan pengolahan ABR dapat mengalami penurunan seperti, BOD sebesar 35 mg/lt menjadi 24,5 mg/lt, COD sebesar 105 mg/lt menjadi 109,44 mg/lt, TSS sebesar 105 mg/lt menjadi 36,75 mg/lt, dimensi desain perencanaan Unit yakni dapat menampung 263 KK terdiri dari tangki pengendap dan 6 unit komparten dengan total panjang 7,5 m, lebar 2 m, dan tinggi 1,5 m. Standart Operating Procedure (SOP) untuk IPAL dan SPAL seperti ; pengoperasian harian, pemeliharaan rutin, pengambilan sampel dan analisis laboratorium, Sistem tanggap darurat untuk IPAL/SPAL, kualitas air limbah melebihi baku mutu, segera lakukan perbaikan kebocoran atau kerusakan struktur IPAL.
