Pengaruh Variasi Media Pendingin Terhadap Sifat Mekanik Baja Ss400 Pada Pengelasan Smaw
Abstract
Sekarang ini baja merupakan logam yang umum dipakai dalam pembangunan, terutama dalam konstruksi kapal. Dalam pembuatan kapal, Baja SS400 dikenal sebagai baja karbon rendah yang menjadi material utama dalam pembangunan lambung kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak variasi media pendingin terhadap karakteristik mekanik baja SS400 setelah pengelasan SMAW dengan menggunakan variasi media pendingin berupa aloevera, air kelapa, dan oli SAE 20-50. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variasi pendingin pada pengelasan SMAW memengaruhi hasil kekuatan tarik yang diperoleh. Kekuatan tarik rata-rata las SMAW tertinggi terdapat pada pendingin oli dengan nilai 0,585 kN/mm2, sedangkan yang terendah pada pendingin aloe vera dengan nilai 0,468 kN/mm2. Air kelapa sebagai medium pendingin menghasilkan nilai tegangan puncak sebesar 0,559 kN/mm², tegangan luluh sebesar 0,43 kN/mm², strain patah sebesar ±26,5%, dan gaya puncak sebesar 67,03 kN. Studi ini menegaskan bahwa pemanfaatan air kelapa sebagai media pendingin lebih efektif dalam menjaga kekuatan tarik dan keuletan material, sehingga dapat menjadi alternatif tambahan dalam bidang konstruksi, khususnya pada lambung kapal.
