Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Manggis Sebagai Green Inhibitor Corrosion Pada Laju Korosi Baja A 36 Dalam Media Asam Klorida
Abstract
Kemajuan di bidang industri saat ini tidak terlepas dari kebutuhan logam yang kian meningkat. Penggunaan inhibitor alami untuk menghambat korosi baja A36 di lingkungan asam klorida semakin diminati karena ramah lingkungan dan ekonomis. Penelitian ini bertujuan guna mengevaluasi efektivitas ekstrak dari sari ada pada kulit buah manggis sebagai green inhibitor dengan variasi massa 25 g dan 50 g dalam 300 mL larutan HCl, menggunakan metode weight loss pada tiga periode perendaman (120 jam, 240 jam, dan 360 jam). Setiap spesimen (40 × 40 × 5mm) ditimbang sebelum dan sesudah perendaman untuk menentukan laju korosi (mpy) dan kehilangan berat. Hasil menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit manggis menurunkan laju korosi secara signifikan dibanding tanpa inhibitor. Pada 120 jam, laju korosi rata‑rata turun dari 0,00720 mpy (tanpa inhibitor) menjadi 0,00274 mpy (50g) dan 0,00478 mpy (25g). Efisiensi inhibisi tertinggi dicapai oleh variasi 50 g selama 120 jam (61,94 %), diikuti 46,55 % pada 240 jam dan 43,76 % pada 360 jam. Tren serupa juga terlihat pada kehilangan berat, di mana sampel 50 g mempertahankan massa lebih baik (rata‑rata kehilangan 0,3297 g pada 120 jam) dibanding 25 g (0,5740 g) dan tanpa inhibitor (0,8644 g). Mekanisme perlindungan diduga melalui absorbsi senyawa tanin dan juga flavonoid akan menyusun lapisan pelindung untuk permukaan baja, sehingga menurunkan laju korosi. Dengan demikian, ekstrak kulit buah manggis 50 g terbukti sebagai green inhibitor yang efektif untuk perlindungan korosi baja A36 dalam larutan HCl.
