Show simple item record

dc.contributor.authorUrrahman, Dimitri Auliya
dc.date.accessioned2026-01-06T03:58:17Z
dc.date.available2026-01-06T03:58:17Z
dc.date.issued2025-06-23
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12413
dc.description.abstractJembatan komposit merupakan perpaduan antara dua macam bahan bangunan berbeda dengan memanfatkan sifat menguntungkan diri masing-masing bahan tersebut, sehingga kombinasinya akan menghasilkan elemen-elemen yang lebih efisien. Beberapa keuntungan dalam penggunaan struktur komposit ini adalah profil baja dapat dihemat dibandingkan dengan balok non komposit, penampang atau tinggi profil baja lebih rendah, sehingga dapat mengurangi atau menghemat tinggi ruang bebas pada bangunan jembatan, dan kekakuan lantai pelat beton bertulang semakin tinggi karena pengaruh komposit (menyatu dengan gelagar baja), sehingga lendutan plat lantai (komposit) semakin kecil, panjang bentang untuk batang tertentu dapat lebih besar, artinya dengan sistem komposit baja dan beton, untuk penampang yang sama, mempunyai momen pikul yang lebih besar. Dalam perencaan jembatan yang di persiapkan adalah dengan pengambilan data proyek seperti data gambar dan juga data sondir. Setelah pengambilan data gambar lalu di lakukan pengkajian gambar jembatan untuk memperoleh lebar jembatan, panjang jembatan, dan tinggi jembatan yang di gunakan untuk acuan perencenaan, perhitungan dan juga desain jembatan. Perhitungan dan perencanaan di lakukan melalui tahapan-tahapan yaitu perhitungan pembebanan, perhitungan plat lantai,trotoar, dan tiang sandaran, perencanaan gelagar, perencanaan penghubung geser, perencanaan abutmen, dan perencanaan pondasi. Hasil dari penelitian ini beban yang terdapat pada plat lantai jembatan sebesar 100kg/m untuk beban air hujan, 175,11 kg/m untuk beban aspal, 603,2kg/m untuk berat plat beton, 22.500 kg atau tekanan roda 11.250 kg dan 26.325 kg untuk beban ultimit. Plat lantai yang digunakan setebal 20 cm dengan mutu beton fc 30 Mpa,trotoar setebal 20 cm, dan tiang sandaran berukuran 15 cm x 20 cm x 90 cm. Balok gelagar pada jembatan menggunakan baja konstruksi Bj 52 = fy 360 MPa dengan tinggi 224 cm, sayap atas 12 cm dan bawah 12 cm, dengan masing – masing badan flens memiliki tebal 4 cm, dan tebal badan 4 cm. Penghubung geser yang digunakan sejumlah 660 buah pada tiap gelagar. Abutment direncanakan menggunakan mutu beton fc 30 MPa dengan tinggi 6,2 m, panjang abutment 8 m, lebar atas abutment 1,5 m, dan lebar bawah abutment 4,5 m. Untuk pondasi jembatan menggunakan tipe pondasi tiang pancang dengan mutu beton fc 60 MPa, tinggi 13 m, dan diameter 60 cm sejumlah 10 buahen_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectStrukturen_US
dc.subjectJembatanen_US
dc.subjectJembatan Kompositen_US
dc.titleStudi Alternatif Perencanaan Jembatan Menggunakan Metode Komposit Pada Jembatan Gandu Kabupaten Boyolalien_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang