Analisis Tebal Lapis Tambah (Overlay) Dan Pelebaran Perkerasan Lentur Ruas Jalan Raya Dampit-Lumajang Sta (26+000 – 37+000) Menggunakan Metode Mdpj 2024 Bina Marga
Abstract
Jalan Raya Dampit–Lumajang merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, dengan volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang cukup tinggi. Jalan ini memiliki panjang ±59,2 km, terdiri dari satu jalur dua lajur dua arah dengan lebar 7 meter tanpa median. Kondisi jalan pada beberapa titik, khususnya pada ruas STA (26+000 – 37+000), mengalami kerusakan akibat tingginya beban lalu lintas, terutama kendaraan berat seperti truk pengangkut pasir, bahan pangan, dan barang yang seringkali melebihi kapasitas beban maksimum (overload).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal lapis tambah (overlay), desain struktur pelebaran jalan, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan metode MDPJ 2024 Bina Marga. Metode ini menggunakan data lendutan hasil pengujian Falling Weight Deflectometer (FWD) dan perhitungan beban sumbu kumulatif (CESA) untuk menentukan tebal overlay, sedangkan desain struktur pelebaran jalan ditentukan berdasarkan umur rencana, beban sumbu kumulatif (CESA), dan nilai CBR tanah dasar.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ketebalan overlay yang dibutuhkan adalah 10 cm, dengan nilai CESA4 sebesar 7.740.598,203 ESAL dan CESA5 sebesar 8.146.652,826 ESAL. Struktur akhir pelebaran jalan terdiri dari timbunan agregat C setebal 150 mm, lapis pondasi bawah agregat B 150 mm, lapis pondasi atas agregat A 200 mm, AC-BC bawah 80 mm, AC-BC atas 75 mm, dan lapis permukaan AC-WC 40 mm, dengan total ketebalan 695 mm. Estimasi total biaya konstruksi berdasarkan perhitungan RAB adalah sebesar Rp 47.733.042.714.
