Studi Alternatif Perencanaan Bangunan Pemecah Gelombang (Breakwater) Tanjung Tembaga Kota Probolinggo Jawa Timur
Abstract
Breakwater Tanjung Tembaga di pantai utara Probolinggo mengalami kerusakan akibat usia, arus, gelombang besar, dan angin kencang yang dapat melemahkan strukturnya. Pelabuhan ini, yang awalnya pelabuhan pantai, kini berstatus pelabuhan laut terbuka untuk perdagangan internasional. Karena itu, diperlukan perencanaan ulang meliputi tipe, struktur, dimensi, stabilitas breakwater, dan anggaran biaya.
Dalam perencaaan bangunan Breakwater yang perlu dilakukan adalah menghitung tinggi gelombang periode ulang 50 tahun menggunakan metode Weibull dengan melakukan analisa data bathymetri, analisa data pasang surut, analisa data angin, Analisa dan perhitungan data fetch terlebih dahulu. Kemudian melakukan Analisa refraksi, Analisa difraksi, dan gelombang pecah. Setelah semua parameter data didapatkan bisa menentukan dimensi breakwater dengan menghitung tinggi gelombang rencana dan run up gelombang.
Hasil dari analisis berbagai data didapatkan dimensi bangunan Breakwater dengan tinggi 10,72 m, lebar puncak 4,23 m (ujung) dan 3,92 m (lengan), dengan kemiringan 1:2. Dalam perhitungan Resisting Dan Driving Momen Pada Bidang Geser. Didapat nilai FS memenuhi FS syarat yaitu 1,580 > 1,25. Sedangkan untuk analisa stabilitas guling tidak diperlukan karena kedua sisi struktur breakwater menahan tekanan yang sama yang berasal dari tekanan hidrostatis air laut. Dan anggaran biaya yang diperlukan dalam Pembangunan sebesar: Rp 81.351.400.000,00
