Studi Evaluasi Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (Pci) Dan Surface Distress Index (Sdi) Pada Ruas Jalan Kota Waingapu – Mondu Kabupaten Sumba Timur
Abstract
Sebagai prasarana angkutan darat, jalan mempunyai peran yang penting dalam memperlancar mobilitas manusia dan pergerakan barang. Jalan yang terus-menerus mengalami volume lalu-lintas yang padat akan mengakibatkan penurunan pada kualitas jalan tersebut. Hal ini yang terjadi pada ruas jalan Kota Waingapu-Mondu. Faktor seperti cuaca (panas dan hujan) serta volume kendaraan yang padat menyebabkan adanya kerusakan pada ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerusakan, jenis kerusakan, upaya penanganan kerusakan dan pemetaan kerusakan menggunakan aplikasi ArcGIS pada ruas jalan Kota Waingapu-Mondu.
Analisa kerusakan pada penelitian ini menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan metode Surface Distress Index (SDI). Berdasarkan hasil survei, kerusakan yang terjadi pada ruas jalan Kota Waingapu-Mondu yaitu Lubang 55%, Alur 7%, Amblas 3 %, Pelepasan Butir 6%, Retak Kulit Buaya 17%, Retak Memanjang 2%, dan Tambalan 10%.
Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata untuk metode PCI yaitu 58,95 dengan kualitas perkerasan Good (Baik) dan termasuk dalam program Pemeliharaan Berkala. Nilai rata-rata metode SDI yaitu 23,75 dengan kualitas perkerasan Baik dan termasuk dalam program Pemeliharaan Rutin. Penanganan yang sesuai berdasarkan Metode Perbaikan Standar adalah P6 (Perataan) untuk kerusakan Lubang kedalaman <50 mm, Alur kedalaman <50 mm, Amblas kedalaman <50 mm. P2 (Pengaspalan) untuk Retak Memanjang, Retak Kulit Buaya, Pelepasan Butir. P5 (Penambalan Lubang) untuk Lubang kedalaman >50 mm, Alur kedalaman >50 mm, Amblas kedalaman >50 mm, dan Tambalan.
