Alternatif Biaya Pada Penerapan Rekayasa Nilai (Value Engineering) Terhadap Proyek Apartemen Eastern Green Bekasi
Abstract
Pengendalian biaya sangat penting dalam proyek konstruksi untuk menghindari pemborosan akibat penggunaan material yang tidak efisien, tenaga kerja kurang terampil, dan keterlambatan pelaksanaan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah Rekayasa Nilai (Value Engineering), yaitu metode sistematis untuk mengevaluasi alternatif yang lebih ekonomis tanpa mengurangi mutu dan fungsi bangunan. Studi ini diterapkan pada proyek Apartemen Eastern Green Bekasi dengan fokus pada pekerjaan arsitektur yang memiliki biaya tinggi.
Penelitian ini bertujuan menganalisis alternatif material pada pekerjaan pasangan dinding, plester, dan acian guna memperoleh kombinasi material yang paling efisien secara biaya namun tetap memenuhi standar mutu. Tiga alternatif dibandingkan berdasarkan total biaya yang dihasilkan dari setiap kombinasi material.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan dinding merupakan komponen biaya tertinggi, yaitu sebesar Rp. 36.850.119.797 dari total biaya arsitektur Rp. 83.333.282.419. Setelah dilakukan evaluasi, diperoleh bahwa kombinasi material terbaik adalah menggunakan alternatif 3 (bata ringan) untuk pekerjaan dinding, untuk plester menggunakan alternatif 1 (semen mortar/instan), serta alternatif 2 (semen konvensional) untuk pekerjaan acian. Dengan penerapan Value Engineering, proyek berhasil menghemat biaya sebesar Rp.1.172.612.789, dengan persentase efisiensi 3,18% dari biaya pekerjaan dinding eksisting atau 1,41% pada keseluruhan pekerjaan arsitektur.
