| dc.description.abstract | Dengan adanya aktivitas manusia sehari-hari yang meningkat, kendaraan bermotor menjadi salah satu penunjang saran dan prasarana untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu kendaraan-kendaraan tersebut akan meningkat setiap tahunnya sehingga menyebabkan volume kendaraan dan beban lalu lintas pada jalan yang dihasilkan cukup tinggi. Sehingga hal tersebut akan berimbas pada kepadatan lalu lintas dan kekuatan struktur perkerasan jalan yang tinggi, dimana hal tersebut menjadi penyebab kerusakan jalan dan ketidaknyamanan masyarakat dalam melintas jalan tersebut.
Pada ruas jalan Nasional III merupakan jalur alternatif penghubung jalur utama menuju Kawasan barat dengan panjang ruas jalan 12,267 km, dan memiliki rata-rata eksisting badan jalan dengan lebar jalan berkisar antara 4,3 – 4,5 meter. Dengan demikian diperlukan pelebaran (widening) menuju standar. Ruas jalan ini terbagi menjadi 4 segmen yaitu, STA 43+950 – 44+367, STA 47+070 – 53+380, 53+960 – 58+210, STA 58+960 – 60+250. Analisis dilakukan dengan menggunakan data LHR dan metode Bina Marga 2024 untuk memperoleh nilai CESA5, yaitu beban lalu lintas yang digunakan untuk menentukan ketebalan tiap lapis perkerasan. Setelah ketebalan lapis diketahui, dilakukan analisis menggunakan aplikasi KENPAVE untuk mengetahui nilai tegangan dan regangan, serta menilai apakah struktur perkerasan tersebut mampu menahan beban lalu lintas. Perhitungan juga mencakup penyusunan RAB.
Hasil perhitungan dari penelitian ini didapatkan nilai CESA5 dengan menggunakan metode Bina Marga 2024 sebesar 18.817.027,305 ESAL dengan lebar 11 meter. Untuk nilai tebal lapisan perkerasan lentur pada kondisi ESA >15-30 didapat AC-WC = 4 cm, AC-BC = 6 cm, AC-Base = 8 cm, AC-Base = 8 cm, LPA Kelas A = 20 cm, LPA Kelas B = 15 cm, dan Timbunan Pilihan = 20 cm. Setelah di analisis menggunakan aplikasi KENPAVE berupa fatigue cracking sebesar 371.315.046,098 ESAL pada kedalaman 25,99 cm, rutting sebesar 75.833.597,243 ESAL pada kedalaman 61,01 cm dan permanent deformation sebesar 54.040.482,100 ESAL pada kedalaman 61,01 cm. Rencana Anggara Biaya (RAB) tebal perkerasan sebesar Rp. 105.832.239.000,00 . | en_US |