Proses Berpikir Intuitif dan Analitis Peserta Didik dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Self-Directed Learning dan Gender
Abstract
Pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika, karena melibatkan pengintegrasian konsep, prosedur, dan penalaran. Namun, masih banyak peserta didik yang menyelesaikan soal secara cepat tanpa analisis mendalam, mengandalkan intuisi atau kebiasaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami proses berpikir yang digunakan siswa, khususnya berpikir intuitif dan analitis, serta faktor-faktor yang memengaruhinya seperti Self-Directed Learning dan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir intuitif dan analitis peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi pola bilangan, ditinjau dari tingkat Self-Directed Learning dan gender. Proses berpikir intuitif mengandalkan pengamatan dan pengalaman spontan, sedangkan proses berpikir analitis melibatkan langkah sistematis dan logis dalam menyelesaikan masalah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa kelas IX MTsN 4 Kediri yang dipilih berdasarkan hasil angket Self-Directed Learning, mewakili kategori tinggi dan rendah serta mempertimbangkan gender. Data dikumpulkan melalui tes dan wawancara, lalu dianalisis dengan mengidentifikasi Kata Kerja Operasional (KKO) dan mengaitkannya dengan indikator proses berpikir intuitif dan analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh subjek menggunakan berpikir intuitif, tetapi hanya siswa dengan Self-Directed Learning tinggi yang mampu berpikir analitis secara utuh. Perempuan cenderung lebih konsisten analitis sejak awal, sedangkan laki-laki berpindah dari intuitif ke analitis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan Self-Directed Learning dan perhatian terhadap perbedaan gender dalam merancang pembelajaran matematika yang adaptif dan mendukung pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
