Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dalam Kitab Taisir Al-Kholaq Wa Adillah Al Akhlak untuk Membentuk Kompetensi Kepribadian Siswa Di MTs Darun Najah Malang
Abstract
Era globalisasi di Indonesia membawa berbagai kemajuan yang signifikan di bidang pendidikan dan teknologi. Namun di sisi lain, terjadi degradasi moral di kalangan remaja akibat kurangnya pembinaan nilai keagamaan sejak dini. Pendidikan karakter menjadi alternatif strategis untuk menanggulangi krisis moral. MTs Darun Najah merupakan salah satu institusi yang mempertahankan tradisi tersebut dengan mengajarkan kitab Taisir Al-Kholaq Wa Adillah Al-Akhlak dalam mata pelajaran Aqidah Akhlak dan Al-Qur’an Hadis. Tujuannya adalah membentuk generasi yang tidak hanya beriman dan berilmu, tetapi juga memiliki keterampilan serta akhlak yang luhur melalui proses pembelajaran dan penanaman nilai-nilai akidah dan akhlak secara sistematis.
Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaksanaan pendidikan karakter berbasis kitab kuning di MTs Darun Najah Malang dengan memfokuskan pada strategi internalisasi nilai-nilai akhlak Islami melalui metode pembelajaran khas pesantren, serta menilai efektivitasnya dalam membentuk aspek kognitif dan afektif peserta didik melalui sistem penilaian terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan mulai dari data condensation, data display, dan penarikan kesimpulan (verification)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter berbasis Kitab Taisir Al-Kholaq Wa Adillah Al-Akhlak di MTs Darun Najah Malang dalam membentuk kepribadian siswa melalui internalisasi 14 nilai karakter antara lain: religius, jujur, sabar, rendah hati, tanggungjawab, beriman, bersyukur, dermawan, birrul walidain, disiplin, sopan santun, cinta tanah air, peduli, dan kebersihan. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan melalui metode pembelajaran khas pesantren (sorogan dan bandongan), yang diperkuat dengan program pendukung seperti motivasi, pembiasaan, pengawasan, kolaborasi dengan orang tua, serta keteladanan guru. Evaluasi dilaksanakan secara holistik melalui penilaian kognitif dan afektif, dengan dukungan lingkungan pesantren yang religius dan kondusif.
