Peningkatan Kompetensi Aparatur Desa Melalui Mentoring Aplikasi Siskeudes (Studi Kasus Desa Tawangargo,Kecamatan Karangploso)
Abstract
Desa Tawangargo berhasil mengatasi tantangan implementasi Siskeudes melalui pengembangan program mentoring mandiri sebagai respons terhadap rendahnya kompetensi aparatur desa dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Program ini menyediakan solusi praktis berupa konsultasi langsung dan umpan balik real-time untuk mengatasi kesulitan penggunaan aplikasi keuangan desa, sekaligus menjadi model alternatif pengembangan kapasitas aparatur desa di tengah keterbatasan dukungan formal.
Penelitian menggunakan teori kompentensi sumber daya manusia, moeheriono (2014) (dalam buku Buku Dr. Tasman Malusa, M.Pd 2017:19) mendefinisikan Kompetensi sebuah karakteristik dasar seseorang yang mengindikasikan cara berfikir, bersikap, dan bertindak. Penelitian ini menggunakan metode yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, berupa observasi, wawancara serta dokumentasi, dimana penelitian berupa narasi, data dan gambaran terkait permasalahan yang dibahas, selanjutnya ditarik menjadi sebuah kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan. Tujuan untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan kompetensi aparatur desa melalui mentoring siskeudes di desa tawangargo.
Hasil Penelitian Program bimbingan antar operator desa terbukti efektif meningkatkan kapasitas penggunaan Siskeudes dalam aspek regulasi dan teknis operasional. Meski terkendala infrastruktur internet dan dukungan formal yang terbatas, program berhasil meningkatkan kualitas pelaporan keuangan berkat kultur gotong royong dan pemanfaatan teknologi komunikasi sederhana (WhatsApp) yang menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif berkelanjutan antar operator desa.
Dapat disimpulkan Program mentoring mandiri Desa Tawangargo merupakan inovasi lokal yang efektif mengatasi gap bimbingan teknis Siskeudes dari pemerintah pusat, terbukti berhasil meningkatkan kompetensi operator dan kualitas pelaporan keuangan desa melalui pendampingan peer-to-peer dan komunikasi informal. Meskipun menunjukkan dampak positif, sustainabilitas program terancam oleh absennya dukungan sistematis pemerintah, keterbatasan pendanaan, dan disparitas kemampuan antar operator yang memerlukan intervensi struktural untuk menjamin keberlangsungan dan replikabilitas program.
Kata Kunci: Siskeudes, Aparatur desa, Peningkatan, Mentoring.
