Analisis Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai (Seawall) Di Pantai Ketapang Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Abstract
Kajian ini merancang bangunan pengaman pantai (seawall) tipe tumpukan batu untuk mengatasi abrasi di Pantai Ketapang, Pulau Rupat, sebuah kawasan wisata strategis yang terancam oleh kerusakan infrastruktur akibat erosi. Tujuan utamanya adalah merancang dimensi seawall yang efektif dan stabil dengan menganalisis gaya hidrodinamika serta memverifikasi keamanannya terhadap risiko guling dan geser. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif, dengan mengolah data primer dari survei lapangan dan data sekunder hidrometeorologi selama 10 tahun (2014-2023). Analisis mencakup peramalan gelombang rencana periode ulang 50 tahun dengan metode Fisher- Tippett, analisis pasang surut dengan metode Admiralty untuk menentukan Muka Air Rencana, dan perancangan dimensi menggunakan Rumus Hudson. Stabilitas struktur kemudian dianalisis secara manual dan divalidasi dengan software GeoStudio (Slope/W). Dari hasil analisis hidrodinamika tersebut, dilakukan perancangan dimensi seawall menggunakan formula teknis standar, salah satunya adalah Rumus Hudson untuk menentukan berat butir dan ketebalan lapisan pelindung. Hasil perhitungan menghasilkan dimensi struktur yang dinilai aman, yaitu: Elevasi Mercu: Ditetapkan setinggi 3,00 m dari dasar, yang dihitung dari penjumlahan Muka Air Rencana (2,052 m), tinggi run-up gelombang (0,68 m), dan tinggi jagaan (freeboard). Geometri Struktur: Lebar puncak (crest) 2,00 m dan lebar dasar mencapai 14,00 m dengan kemiringan lereng 1:2. Lapisan Pelindung: Berat batu untuk lapisan pelindung luar (armor layer) adalah 544 kg/butir dengan tebal 1,30 m, sedangkan lapisan kedua (under layer) menggunakan batu seberat 54 kg/butir dengan tebal 0,60 m. Bagian pondasi atau pelindung kaki (toe protection) dirancang menggunakan batu seberat 336 kg/butir. Untuk menjamin keamanan jangka panjang, stabilitas struktur dianalisis secara menyeluruh. Perhitungan manual menunjukkan bahwa seawall memiliki faktor keamanan yang sangat tinggi, yakni 19,05 terhadap guling dan 11,41 terhadap geser, di mana keduanya jauh melampaui syarat minimum (Fo ≥ 2,0 dan Fs ≥ 1,5). Keamanan desain ini kemudian divalidasi lebih lanjut melalui analisis numerik menggunakan perangkat lunak GeoStudio (Slope/W) dengan metode Bishop Simplified. Hasil simulasi menunjukkan nilai Faktor Keamanan (FOS)
kritis sebesar 1,825, yang menegaskan bahwa desain lereng bangunan seawall stabil dan aman terhadap risiko kelongsoran (FOS > 1,5). Dengan demikian, desain seawall yang dihasilkan dalam penelitian ini dinilai layak secara teknis untuk diimplementasikan sebagai bangunan pelindung di Pantai Ketapang.
