Analisis Perbandingan Perkerasan Lentur Dan Perkerasan Kaku Berdasarkan Life Cycle Cost Analysis (Lcca) (Studi Kasus Pada Ruas Jalan Sp. Banggo – Kempo Kabupaten Dompu Dengan Metode Mdpj 2024)
Abstract
Infrastruktur merupakan sarana publik primer dalam menjalankan perekonomian suatu negara infrastruktur dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan kelancaran distribusi aliran barang, dengan adanya infrastruktur yang memadai akan terselenggara sistem transportasi yang efektif. Jalan merupakan suatu prasarana perhubungan darat dan jalur transportasi yang yang sangat vital. Jalan merupakan sarana transportasi yang berpengaruh dalam menjalankan roda perekonomian dan pemerintahan.
Pada persoalan kurangnya peningkatan kualitas pelayanan jalan di Kabupaten Dompu sehingga menyebabkan terganggunya kegiatan ekonomi serta meningkatnya risiko terjadinya kecelakaan bagi pemakai jalan. Tujuan penelitian ini adalah berfokus pada jalan Sp. Banggo - Kempo sepanjang 6 Km dengan lebar jalan 7 meter. Jalan Sp. Banggo - Kempo merupakan salah satu ruas jalan arteri primer dan termasuk jalan Nasional kelas II. Komponen utama yang digunakan untuk pengolahan data analisis biaya siklus hidup selama umur rencana yaitu 20 tahun dan 40 tahun berupa; biaya konstruksi dan biaya pemeliharaan. Sehingga alternatif perkerasan jalan yang dibutuhkan yaitu perencanaan perkerasan jalan lentur dan perencanaan perkerasan jalan kaku berdasarkan metode MDPJ 2024
Hasil analisis dan perhitungan didapatkan tebal akhir perencanaan perkerasan lentur dengan biaya konstruksi perkerasan lentur sebesar Rp 36.228.705.252 dan untuk biaya perawatan dan rehabilitasi perkerasan lentur sebesar Rp 34.697.385.753. Sedangkan untuk perkerasan kaku dengan biaya konstruksi sebesar Rp 54.743.109.426 dan untuk biaya perawatan dan rehabilitasi perkerasan kaku sebesar Rp 261.130.711.274
