Efektivitas Kenaikan Konsentrasi Naoh Aktivasi Hydrochar Batok Kelapa Terhadap Kinetika Model Dekomposisi Co-Firing Batubara Sub-Bituminous
Abstract
Biomassa batok kelapa merupakan limbah pertanian yang harus dimanfaatkan dan batok kelapa memiliki Sulfur rendah, kadar Oksigen yang lebih tinggi, serta kadar Nitrogen yang lebih rendah daripada batubara. Hydrothermal Carbonitation (HTC) merupakan motode konversi termokimia yang efektif untuk menghasilkan hydrochar dari biomassa dengan karakteristik termal yang menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenaikan konsentrasi NaOH aktivasi hydrochar batok kelapa terhadap kinetika dari biomassa batok kelapa hasil proses HTC serta menilai kelayakan nilai Energi aktivasi yang diperoleh dari aktivasi NaOH 0,5M, NaOH 1M. Hydrochar dijadikan sebagai bahan co-firing dengan batubara sub-bituminous. Proses HTC dilakukan dalam reaktor Autoclave selama 8 jam dengan suhu 210°C dengan akivasi NaOH sebagai pelarut kimia. Analisa termal dilakukan menggunakan Thermogravimetri Analysis (TGA) dengan suhu maksimal 1000℃ dalam atmosfer oksigen. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa proses HTC dengan menggunakan aktivasi NaOH dapat meningkatkan stabilitas termal hydrochar dengan mendapatkan nilai Energi aktivasi Stage 1 NaOH 0,5Molar sebesar 51.07345. sedangkan aktivasi NaOH 1Molar mempunyai Energi aktivasi sebesar 122.91852. dan Stage 2 Ea NaOH 0,5Molar sebesar 47.44636, sedangkan yang Ea NaOH 1Molar sebesar 46.83158. Energi aktivasi ini lebih rendah jika dibandingkan dengan biomassa non-aktivasi. Energi aktivasi pada Stage 1 lebih rendah jika dibandingkan dengan biomassa murni tanpa perlakuan HTC, dan. Energi aktivasi di Stage 2 lebih rendah lagi, jika dibandingkan dengan Stage 1. Hal ini menunjukkan aktivasi kimia NaOH dapat menurunkan Energi aktivasi, Artinya. HTC meningkatkan reaksi termal hydrochar, menjadikannya lebih cepat bereaksi saat pembakaran dengan Ea yang lebih rendah itu. artinya hydrochar batok kelapa dengan aktivasi NaOH sesuai untuk di jadikan metode Co-Firing di pembangkit listrik.
