Evaluasi E-Samsat Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Pembayar Pajak Kendaraan Bermotor Di Wilayah Mojokerto (Studi pada kantor UPT PPD Mojokerto)
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggambarkan pelaksanaan Evaluasi E-samsat dalam upaya meningkatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Wilayah Mojokerto. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah yaitu : Pertama bertujuan untuk Untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan evaluasi elektronik sistem manunggal satu atap dalam upaya meningkatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Mojokerto. Dan yang kedua untuk mengetahui faktor penghambat pelayanan E-samsat di Mojokerto.Sebagai wujud bentuk inovasi pelayanan berbasis teknologi informasi yang diharapkan dapat mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya secara cepat, aman, dan efisien.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan jenis deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Miles, Huberman &Saldana (2014) Fokus dari penelitian adalah Evaluasi E-samsat dalam Upaya meningkatkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Wilayah Mojokerto. yang diukur menggunakan Indikator Kriteria Evaluasi Kebijakan Publik William N. Dunn yaitu: a. Efektivitas (effectiveness), b. Efisiensi (efficiency), c. Kecukupan (adequacy), d. Peralatan (equity), e. Responsivitas (responsiveness), f. Ketepatan (appropriateness), dan faktor memiliki faktor penghambat seperti: a.Keterbatasan Infrastruktur Digital di Wilayah Pedesaan, b. Kurangnya Peran Aktif dari Masyarakat, c. Minimnya Sosialiasi serta Sarana dan Prasarana.
Berdasarkan hasil penelitian 1) Efektivitas: Layanan sudah membantu wajib pajak, tapi belum maksimal karena rendahnya literasi digital,2) Efisiensi: E-Samsat menghemat waktu, biaya, dan tenaga dibanding layanan manual, 3)Kecukupan: Fitur dan kanal pembayaran sudah tersedia, namun belum merata ke desa.4) Responsivitas: Petugas cukup tanggap, tapi masih banyak masyarakat ragu menggunakan sistem digital. 5)Pemerataan: Akses lebih dominan di kota, desa tertinggal karena kurang sosialisasi dan infrastruktur.6)Ketepatan: E-Samsat dinilai tepat, tetapi terkendala masalah teknis dan prosedural.a) Infrastruktur Digital Terbatas b) Partisipasi Masyarakat Rendah. c) Minim Sosialisasi & Sarana Prasarana
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa implementasi layanan E-Samsat di UPT PPD Mojokerto belum sepenuhnya optimal. Meskipun menunjukkan efisiensi waktu dan biaya, masih terdapat kendala pada aspek efektivitas, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital di wilayah pedesaan, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya sosialisasi, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Maka dari itu 1.) Perlu adanya peningkatan frekuensi dan jangkauan sosialisasi mengenai layanan E-Samsat, khususnya di setiap kecamatan dan desa-desa terpencil yang jauh dari kantor UPT.2.) Mengoptimalkan infrastruktur telekomunikasi di wilayah desa pelosok.3.)Meningkatan kualitas layanan teknologi informasi melalui perbaikan server E-Samsat dan pengembangan website khusus E-Samsat untuk wilayah Mojokerto.
Kata kunci: Evaluasi Kebijkan, E-samsat. dan pajak kendaraan bermotor.
