Kepemimpinan Inovatif Dalam Mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) (Studi Kasus Pada Kepemimpinan Kepala Desa Perempuan Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kepemimpinan inovatif Kepala Desa Perempuan di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, dalam mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Latar belakang penelitian ini berangkat dari keberhasilan Desa Senggreng dalam mencapai prestasi sebagai juara 1 Kampung Keluarga Berkualitas tingkat nasional. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran kepala desa yang mampu menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan desa, mendorong partisipasi masyarakat, serta mengembangkan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Kepemimpinan inovatif menjadi faktor utama dalam menciptakan perubahan positif yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala desa dan informan kunci, observasi langsung, serta dokumentasi terkait. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan eksplorasi terhadap pola kepemimpinan inovatif yang diterapkan, dinamika sosial yang terjadi, serta dampak yang ditimbulkan terhadap pembangunan desa. Dengan teknik analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan Saldana, penelitian ini memastikan bahwa hasil analisis bersifat sistematis dan mendalam.
Dalam penelitian ini menggunakan teori Kepemimpinan Inovatif yang dikemukakan oleh Jean Philippe Deschamps (2008; 30), hasil penelitian menunjukkan adanya 1). Kombinasi kreativitas dan disiplin proses (combination of creativity and process discipline) yang meliputi: a. Output yang dihasilkan, b. Implementasi ide kreatif, 2). Menerima adanya ketidakpastian, resiko dan kesalahan (The acceptance of uncertainty, risks and failures) yang meliputi: a. Mengelola ketidakpastian dan resiko b. Menyikapi kesalahan, 3). Keinginan yang kuat dalam misi dan inovasi (A high degree of passion for their mission and for innovation) yang meliputi: a. Semangat inovasi, 4). Secara proaktif mencari teknologi dan ide eksternal (Proactively search for external technologies and ideas) yang meliputi: a. Memanfaatkan teknologi, b. Menghadirkan ide eksternal, 5). Berani mengambil keputusan kapan memulai dan menghentikan proyek (The courage to stop projects, not just to start them) a. Keputusan memulai dan menghentikan program, b. Evaluasi kelayakan program, 6). Kemampuan membentuk dan memimpin tim (A talent for building and steering winning teams) yang meliputi: a. Kerjasama tim, b. Komunikasi.
Dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan teknologi, kepemimpinan inovatif kepala desa perempuan di Desa Senggreng telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek pembangunan desa. Kepala desa berhasil meningkatkan transparansi administrasi, mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui sektor pertanian dan pariwisata, serta mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya perempuan, dalam proses pengambilan keputusan. Inovasi yang diterapkan, seperti digitalisasi pelayanan publik dan program pemberdayaan ekonomi, telah meningkatkan kualitas hidup warga dan menjadikan Desa Senggreng sebagai percontohan Kampung Keluarga Berkualitas tingkat nasional. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan inovatif yang adaptif terhadap perubahan dapat menjadi faktor utama dalam mendorong kemajuan desa.
Kata Kunci: Kepemimpinan Inovatif, Kampung Keluarga Berkualitas (KKB), Peran Kepala Desa Perempuan
