| dc.description.abstract | Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa, tanah dasar yang berada di proyek ini berupa tanah sawah dengan karakteristik tanah lempung. Berdasarkan klasifikasinya, tanah ini tergolong lunak. Tanah merupakan material dasar yang sangat penting dalam bidang konstruksi, sebab pada tanah inilah suatu konstruksi bertumpu. Pembangunan konstruksi diatas tanah lunak akan menghadapi beberapa masalah geoteknik, salah satunya adalah ketidakstabilan timbunan dan terjadinya penurunan tanah. Hasil analisa penurunan konsolidasi primer pada pembangunan Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi STA 42+075 adalah 2,655 cm pada U90% dimana pada layer 1 terjadi penurunan sebesar 1,179 cm, layer 2 sebesar 0,909 cm, layer 3 sebesar 0,567 cm dan layer 4 sebesar 0,000 cm. Hasil karakteristik tanah pada lokasi tersebut di dapat nilai kadar air = 32,90%, batas cair = 35,47%, batas plastis = 31,40%, indeks plastisitas = 4,04%, berat jenis = 2,58 gram/cm3, berat volume basah = 1,44 gram/cm3 dan berat volume kering = 0,72 gram/cm3. Karakteristik tanah berdasarkan tekstur termasuk ke dalam kelompok tanah liat, berdasarkan USCS termasuk ke dalam kelompok tanah ML dan berdasarkan AASHTO termasuk ke dalam kelompok tanah A-4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penurunan tanah dasar tersebut dikategorikan aman karena ≤ 10 cm sesuai standar manual desain perkerasan jalan nomor 02/M/BM/2013. | en_US |