Manajemen Risiko Bahaya Berbasis Hiradc Pada Pekerjaan Intake Irigasi Kanan Proyek Bendungan Karangnongko Paket 2
Abstract
Manajemen risiko merupakan aspek kritis dalam pelaksanaan proyek konstruksi bendungan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan potensi bahaya guna meminimalkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menyusun langkah pengendalian risiko pada pekerjaan intake irigasi kanan Proyek Bendungan Karangnongko Paket 2 menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada 10 tenaga ahli. Analisis risiko dilakukan menggunakan severity index berdasarkan matriks AS/NZS 4360:1999. Hasil penelitian menunjukkan teridentifikasinya 151 variabel risiko dari 12 item pekerjaan dengan distribusi: 27,15% risiko ekstrem, 36,42% risiko tinggi, 20,53% risiko sedang, dan 15,98% risiko rendah. Pekerjaan berisiko ekstrem meliputi galian tanah dan pemasangan buis beton, sedangkan berisiko tinggi mencakup pembesian, bekisting,
pengecoran, dan perakitan bronjong. Faktor penyebab risiko didominasi bahaya fisika (longsor galian, terjatuh dari ketinggian) dan ergonomi (posisi kerja tidak ergonomis, mengangkat beban berat). Pengendalian risiko disusun berdasarkan hierarki pengurangan risiko meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. `Penelitian menyimpulkan metode HIRADC efektif mengidentifikasi dan menilai risiko secara komprehensif pada konstruksi bendungan. Dominasi kategori risiko tinggi dan ekstrem (63,57% gabungan) mengindikasikan perlunya implementasi sistem pengendalian risiko ketat untuk mencapai target zero accident. Rekomendasi meliputi pengawasan tegas kepatuhan K3, program pelatihan berkala, sertifikasi operator alat berat, serta integrasi HIRADC dengan Job Safety Analysis untuk penelitian lanjutan.
