| dc.description.abstract | Fondasi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam proses pembangunan kontruksi, sebab fondasi menjadi penahan beban yang langsung terhubung serta menerusakan ke tanah dasar. Dalam merencanakan bangunan bertingkat perlu diperhatikan dan mempertimbangkan keamanan, kekuatan, dan efisiensi rencana dalam menahan beban rencana maupun gaya-gaya yang diterima. Tanpa pondasi yang tepat, sebuah bangunan dapat mengalami berbagai permasalahan struktural, seperti penurunan yang tidak merata, retak pada dinding dan lantai, hingga kegagalan total bangunan. Maka dari itu, perhitungan struktur harus sangat matang dan memenuhi standar peraturan yang berlaku.
Dalam studi ini, peneliti akan membandingkan efesiensi dari pondasi eksisting yaitu pondasi bore pile dengan pondasi tiang pancang pada Gedung RS Mulia Santoso Medika Bululawang. Gedung RS Mulia Santoso Medika adalah gedung baru yang berlokasi di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dengan diketahui hasil uji tanah menggunakan metode N-SPT daerah ini memiliki karakteristik tanah berpasir. Analisa yang di hitung yaitu berapa besar kapasitas daya dukung, penurunan dari desain pondasi tiang pancang dan bore pile dengan variasi dimensi dan anggaran biaya dari hasil validasi desain pondasi tiang pancang dan bore pile dengan variasi dimensi pada proyek pembangunan Gedung RS Mulia Santoso Medika Bululawang dengan variasi dimensi yang digunakan 0,4 m, 0,5 m dan 0,6 m, dengan kedalaman 12 m.
Hasil dari analisa didapat besar daya dukung kelompok tiang pancang dengan data N-SPT dengan diameter 0,4 m, 0,5 m, dan 0,6 m diperoleh masing – masing sebesar 560,678 Ton, 618,304 Ton, dan 518,402 Ton. Besar daya dukung kelompok bore pile dengan data N-SPT dengan diameter 0,4 m, 0,5 m, dan 0,6 m diperoleh masing – masing sebesar 540,184 Ton, 540,184 Ton, dan 664,753 Ton. Besar nilai penurunan kelompok tiang pancang penurunan pada diameter 0,4 m sebesar 0,043 m, diameter 0,5 m sebesar 0,032 m dan diameter 0,6 m sebesar 0,027 m. Hasil analisis penurunan kelompok bore pile didapatkan penurunan pada diameter 0,4 m sebesar 0,043 m, diameter 0,5 m sebesar 0,032 m dan diameter 0,6 m sebesar 0,027 m. Rencana anggaran biaya yang paling efektif dari variasi dimensi yaitu di dapat dari tiang pancang dengan diameter 0,6 jumlah 2 tiang dengan harga Rp14,664,223 dan bore pile diameter 0,6 jumlah 3 tiang dengan harga Rp22,461,679. | en_US |