Studi Analisa Stabilitas Penahan Permukaan Lereng Block – 3 Intake Irigasi Kanan Bendungan Karangnongko Dengan Pendekatan Value Engineering
Abstract
Proyek Bendungan Karangnongko Paket 2 di Kabupaten Bojonegoro memiliki pekerjaan intake irigasi kanan dengan kondisi lereng galian curam pada tanah napal lapuk yang berisiko tinggi terhadap longsor. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi
efektivitas empat metode penahan permukaan lereng, yaitu shotcrete, hydroseeding, grassblock, dan geocell guna menentukan metode paling optimal berdasarkan kriteria faktor keamanan (SF), biaya, dan waktu pelaksanaan. Analisis dilakukan pada lokasi
kritis STA 0+300 menggunakan perangkat lunak GeoStudio Slope/W dengan model Mohr-Coulomb dan pendekatan Value Engineering. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode shotcrete menghasilkan nilai faktor keamanan tertinggi (SF = 1,862), namun memiliki biaya dan waktu pelaksanaan tertinggi. Sebaliknya, metode geocell memberikan hasil paling efisien dengan SF sebesar 1,683, biaya terendah (8,01%), dan waktu yang cukup (24,49%). Berdasarkan evaluasi multikriteria dan pendekatan nilai, geocell direkomendasikan sebagai alternatif terbaik untuk penahan permukaan lereng. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan perkuatan lereng pada proyek infrastruktur dengan kondisi tanah dan geometri serupa.
