Karakteristik Pembakaran Single Droplet Biodiesel Minyak Kedelai Yang Diproduksi Menggunakan Katalis Daun Pepaya
Abstract
Penggunaan bahan bakar fosil menyebabkan kenaikan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan energi alternatif. Biodiesel merupakan energi alternatif yang berasal dari minyak nabati seperti minyak kedelai yang sudah melalui proses transesterifikasi untuk mengubah trigliserida menjadi FAME (Fatty Acid Methyl Ester). Penambahan katalis heterogen seperti daun pepaya dilakukan untuk mempercepat proses reaksi kimia. Penelitian ini menggunakan biodiesel yang diproduksi dengan penambahan katalis daun pepaya sebanyak 2% (biodiesel 2wt%) dan 6% (biodiesel 6wt%), Biodiesel diuji GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry), uji viskositas dan metode single droplet untuk mengetahui pengaruh penambahan katalis pada proses produksi terhadap karakteristik pembakaran. Hasil GC-MS biodiesel 6wt% memiliki kandungan FAME yang lebih tinggi dengan kandungan paling dominan adalah methyl linoleate yang merupakan senyawa non-polar, sehingga memiliki gaya Van der Waals yang lemah menyebabkan biodiesel menjadi volatil. Volatilitas senyawa mempengaruhi temperatur penyalaan yang lebih rendah, droplet lifetime dan ignition delay yang lebih singkat. Viskositas biodiesel 2wt% lebih rendah menyebabkan suhu api tertinggi lebih rendah. Hasil uji single droplet mendapatkan biodiesel 2wt% lebih lama pada fase transient heating dan burning karena pengaruh volatilitas senyawa, sedangkan biodiesel 6wt% lebih lama pada fase evaporasi dan terdapat peristiwa microexplosion karena tinggi viskositas. Tinggi api maksimum yang dihasilkan biodiesel 6wt% lebih rendah.
