Analisis Kerusakan Lingkungan Akibat Bencana Longsor Pada Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo
Abstract
Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, memiliki tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi, terutama pada musim hujan. Berdasarkan analisis data curah hujan dari tahun 2014 hingga 2024, curah hujan maksimum bulanan tercatat melebihi 300 mm, yang secara signifikan mempengaruhi ketahanan lereng. Kondisi geologi yang didominasi oleh batuan vulkanik serta jenis tanah Andosol dan Latosol turut berkontribusi terhadap ketidakstabilan tanah. Selain itu, lebih dari 28% wilayah Kecamatan Sukapura memiliki kemiringan lereng di atas 45 derajat, menjadikannya sangat rentan terhadap pergerakan tanah.
Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan teknik Weighted Overlay dengan pemodelan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan aplikasi ArcGIS 10.8. Metode ini memungkinkan pemetaan tingkat kerawanan tanah longsor dengan mempertimbangkan variabel utama, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, jenis batuan, dan penggunaan lahan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Sukapura masuk dalam kategori kerawanan longsor tinggi (55,37% dari total luas), terutama di desa Sariwani, Ngadisari, dan Ngadirejo. Upaya mitigasi yang disarankan mencakup pendekatan struktural, seperti pembangunan sabo dam, bronjong kawat, dan sistem drainase lereng, serta pendekatan non-struktural, seperti edukasi masyarakat dan integrasi peta rawan longsor ke dalam perencanaan tata ruang wilayah. Dengan penerapan strategi mitigasi berbasis risiko, dampak kerusakan lingkungan akibat longsor di Kecamatan Sukapura dapat diminimalkan secara efektif.
