Pengaruh Penambahan Variasi Ayakan Abu Batok Kelapa Pada Serat Rami Bermatriks Epoxy Terhadap Kekuatan Bending
Abstract
Komposit umumnya tersusun atas dua komponen, yaitu bahan penguat (reinforcement) dan bahan pengikat (matrix). Bahan penguat dapat berasal dari serat alami maupun serat sintesis. Penggunaan serat alami semakin dikembangkan dalam teknologi hijau (green technology) dalam ilmu material melalui pengembangan komposit yang diperkuat serat alami. Perkembangan produk teknik berkinerja tinggi yang terbuat dari sumber daya alam meningkat di seluruh dunia dari hari ke hari.. Komposit umumnya tersusun atas dua komponen, yaitu bahan penguat (reinforcement) dan bahan pengikat (matrix). Bahan penguat dapat berasal dari serat alami maupun serat sintesis. Penggunaan serat alami semakin dikembangkan dalam teknologi hijau (green technology) dalam ilmu material melalui pengembangan komposit yang diperkuat serat alami. Perkembangan produk teknik berkinerja tinggi yang terbuat dari sumber daya alam meningkat di seluruh dunia dari hari ke hari. Ada peningkatan minat pada bahan alam yang menunjukkan upaya penggunaan sumber daya terbarukan secara efisien. Bahkan tak jarang limbah tempurung kelapa yang melimpah tersebut dibiarkan begitu saja sehingga hancur kembali ke alam tanpa memberi manfaat ekonomis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa komposisi kimia tempurung kelapa yakni, sellulosa 26,60%, lignin 29,40%, pentosan 27,70%, solvent ekstraktif 4,20%, uronat anhidrid 3,50%, abu 0,62%, nitrogen 0,11%, dan air 8,01%, abu tempurung kelapa ini mengandung silika yang merupakan bahan tambah bersifat seperti pozzolan. kepadatan abu tempurung kelapa ini sebesar 2,05 g/cm3 di mana ini termasuk material masuk kategori fly ash
