Analisis Komparatif Algoritma Modified P&O Dan Algoritma P&O Konvensional Dalam Optimalisasi Maximum Power Point Tracking (Mppt) Pada Sistem Photovoltaic
Abstract
Energi listrik merupakan kebutuhan vital, namun peningkatan permintaan belum sepenuhnya terpenuhi oleh sumber konvensional. Oleh karena itu, energi terbarukan seperti energi surya menjadi solusi melalui sel Photovoltaik (PV) yang mengubah cahaya menjadi listrik. Kinerja panel surya sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan suhu, sehingga daya yang dihasilkan bersifat nonlinier. Untuk memastikan panel bekerja pada titik daya maksimum (MPP), digunakan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT). Metode Perturb and Observe (P&O) banyak digunakan karena sederhana, namun memiliki kelemahan berupa osilasi di sekitar MPP dan lambat merespons perubahan radiasi. Penelitian ini mengusulkan algoritma Modifikasi P&O dengan pendekatan variable step size berbasis dP/dV untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat respon, dan mengurangi osilasi. Sistem MPPT dirancang menggunakan panel surya 20 Wp, boost converter, sensor arus ACS712, sensor tegangan, serta pengendali Arduino UNO. Lampu halogen digunakan sebagai simulasi cahaya matahari, sedangkan uji shading dilakukan dengan penutup sebagian modul. Data diuji dengan validasi akurasi sensor yang menunjukkan nilai MAPE <5%. Hasil pengujian menunjukkan algoritma Modifikasi P&O mampu menghasilkan daya lebih tinggi, stabil, dan efisien dibanding metode konvensional. Pada kondisi normal, Modifikasi P&O 4 mencapai daya maksimum 3,41W dengan rentang stabil 3,34–3,41W, sedangkan P&O konvensional hanya 3,27–3,37W. Pada kondisi shading, Modifikasi P&O 6 menghasilkan daya rata-rata 1,88 W, lebih baik dari P&O konvensional 1,81W. Secara keseluruhan, implementasi Modifikasi P&O terbukti meningkatkan performa MPPT, sehingg
