| dc.description.abstract | Pertumbuhan penduduk dan perubahan tata guna lahan di DAS Kertosono meningkatkan risiko banjir, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami konversi lahan secara masif, kerawanan banjir perlu diketahui secara menyeluruh sehingga dapat tersedia informasi yang berguna untuk proses penanggulangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui klasifikasi dan luasan daerah rawan banjir di DAS Kertosono Kabupaten Probolinggo, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berbasis SIG.
Metode yang digunakan dalam menganalisis daerah rawan banjir menggunakan metode Arcgis. Untuk data yang digunakan meliputi curah hujan tahunan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng dari DEM. Tahapan analisa yaitu pembuatan peta DAS Kertosono, analisa rata-rata curah hujan tahunan, pembuatan peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, dan peta tutupan lahan. Uji konsistensi curah hujan dilakukan sebelum menyusun peta Thiessen polygon atau analisis inlier-outlier. Selanjutnya dilakukan skoring, pembobotan, dan overlay dari keempat parameter.
Hasil pemetaan menunjukkan lima tingkat kerawanan banjir, yaitu: tidak rawan (7,19 Ha), kurang rawan (565,52 Ha), cukup rawan (1.287,25 Ha), rawan (313,14 Ha), dan sangat rawan (3,78 Ha). Secara spasial, kategori tidak rawan berada di Desa Gebangan, kurang rawan di Desa Klampokan, cukup rawan dan rawan di Desa Matekan, serta sangat rawan di Desa Rangkang. Daerah sangat rawan umumnya berada di hilir DAS dengan tanah aluvial yang memiliki permeabilitas rendah dan kemiringan landai. | en_US |