| dc.description.abstract | Pembagian biaya listrik secara merata di lingkungan kost sering menimbulkan ketidakadilan karena tidak mencerminkan konsumsi masing-masing kamar. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring konsumsi listrik berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor PZEM-004T dan mikrokontroler ESP32. Sistem mencatat tegangan, arus, daya, dan energi tiap kamar secara real-time, ditampilkan melalui LCD dan dikirim ke platform Ubidots. Biaya listrik dihitung otomatis berdasarkan energi yang digunakan dan disimpan pada EEPROM untuk mencegah kehilangan data saat listrik padam.
Hasil penelitian menunjukkan kinerja sistem saat pengujian beban 5 kali dengan beban lampu, charger laptop, charger handphone, kipas angin, rice cooker, dan panci listrik dengan rata-rata error tegangan 0.261%, nilai error tegangan berada dalam batas toleransi sebesar 0.5%. Error arus sebesar 3.716% disebabkan oleh beban non-linier seperti adaptor dan charger yang menghasilkan gelombang arus tidak sinusoidal, sehingga lebih sulit diukur secara akurat oleh sensor. Hal ini menunjukkan akurasi sensor dalam mengukur tegangan dan arus. Pengujian selama 24 jam pada kamar kost dengan beban bervariasi menunjukkan konsumsi energi listrik sebesar 0.7414 kWh per hari, dengan biaya harian sebesar Rp1.482 per hari. Sementara pengujian selama 10 hari pada kamar kost menunjukkan rata- rata energi yang digunakan sebesar 0.694 kWh/hari dengan biaya rata-rata Rp1.388/hari. Dengan demikian, sistem mampu memantau konsumsi listrik setiap kamar secara real-time serta menghitung biaya berdasarkan energi yang digunakan, sehingga pembagian biaya listrik antar penghuni kost dapat dilakukan secara adil, akurat dan transparan | en_US |