| dc.description.abstract | Air sebagai sumber kehidupan masyarakat secara alami keberadaannya bersifat dinamis mengalir ke tempat yang lebih rendah tanpa mengenal batas wilayah administrasi. Kebutuhan air dalam kelangsungan hidup manusia sangatlah penting. Tidak hanya untuk minum, namun banyak hal lain yang di dukung oleh penyediaan air untuk irigasi. Irigasi adalah suatu proses memasok air ke tanaman atau tanah untuk menjaga kesuburan dan kesegaran tanah. Irigasi juga merupakan suatu bentuk pengairan yang teratur dan sistematis yang digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman dan menjaga kualitas tanah. Jadi sawah irigasi merupakan faktor utama dalam pencapaian ketahanan pangan nasional. Ketersediaan air untuk irigasi merupakan salah satu faktor utama keberhasilan kinerja suatu daerah irigasi. Irigasi mengurangi resiko kegagalan panen karena ketidakpastian hujan dan kekeringan, membuat unsur hara yang tersedia menjadi lebih efektif, menciptakan kondisi kelembaban tanah optimum untuk pertumbuhan tanaman, serta hasil dan kualitas tanaman yang lebih baik.
Pemeliharaan Jaringan Irigasi adalah suatu kegiatan untuk mempertahankan kondisi jaringan irigasi dalam keadaan mantap siap untuk mendistribusikan air irigasi sehingga pelayanan terhadap masyarakat pemakai air tidak terhambat. Dengan adanya kerusakan-kerusakan kecil yang dapat menghilangkan debit air pada saluran irigasi tersebut. Rehabilitasi Jaringan irigasi Desa adalah kegiatan perbaikan/penyempurnaan jaringan irigasi desa guna mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula atau menambah luas areal pelayanan. Jaringan saluran irigasi tersier sebagai faktor terakhir dalam pendistribusian air irigasi. Sehingga perlu pemeliharaan secara rutin dan berkesinambungan karena mengingat kebanyakan saluran irigasi tersier pemeliharaannya langsung oleh masyarakat.
Hasil dari perhitungan yang digunakan dalam penyelesaian Perbaikan Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi Pakis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Dimensi saluran penampang yang ekonomis adalah Lebar dasar saluran (b) = 1,48 m, Tinggi jagaan (hjagaan) = 0,50 m, Tinggi saluran (hsal) = 1,14 m, Luas penampang basah (A) = 1,35 m. Debit rerata pada saluran tersier Irigasi Desa Bunut wetan didapatan dengan melakukan pengukuran dengan alat Curent meter sebesar 0,212 m³/det Biaya konstruksi pada perencanaan kembali saluran irigasi tersier yang rusak sesuai volume pekerjaan adalah Rp. 130.837.795 | en_US |