Show simple item record

dc.contributor.authorMADHALLE, MUHAMMAD ANDHIKA
dc.date.accessioned2026-01-13T03:43:52Z
dc.date.available2026-01-13T03:43:52Z
dc.date.issued2025-05-01
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12563
dc.description.abstractAir sebagai sumber kehidupan masyarakat secara alami keberadaannya bersifat dinamis mengalir ke tempat yang lebih rendah tanpa mengenal batas wilayah administrasi. Kebutuhan air dalam kelangsungan hidup manusia sangatlah penting. Tidak hanya untuk minum, namun banyak hal lain yang di dukung oleh penyediaan air untuk irigasi. Irigasi adalah suatu proses memasok air ke tanaman atau tanah untuk menjaga kesuburan dan kesegaran tanah. Irigasi juga merupakan suatu bentuk pengairan yang teratur dan sistematis yang digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman dan menjaga kualitas tanah. Jadi sawah irigasi merupakan faktor utama dalam pencapaian ketahanan pangan nasional. Ketersediaan air untuk irigasi merupakan salah satu faktor utama keberhasilan kinerja suatu daerah irigasi. Irigasi mengurangi resiko kegagalan panen karena ketidakpastian hujan dan kekeringan, membuat unsur hara yang tersedia menjadi lebih efektif, menciptakan kondisi kelembaban tanah optimum untuk pertumbuhan tanaman, serta hasil dan kualitas tanaman yang lebih baik. Pemeliharaan Jaringan Irigasi adalah suatu kegiatan untuk mempertahankan kondisi jaringan irigasi dalam keadaan mantap siap untuk mendistribusikan air irigasi sehingga pelayanan terhadap masyarakat pemakai air tidak terhambat. Dengan adanya kerusakan-kerusakan kecil yang dapat menghilangkan debit air pada saluran irigasi tersebut. Rehabilitasi Jaringan irigasi Desa adalah kegiatan perbaikan/penyempurnaan jaringan irigasi desa guna mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula atau menambah luas areal pelayanan. Jaringan saluran irigasi tersier sebagai faktor terakhir dalam pendistribusian air irigasi. Sehingga perlu pemeliharaan secara rutin dan berkesinambungan karena mengingat kebanyakan saluran irigasi tersier pemeliharaannya langsung oleh masyarakat. Hasil dari perhitungan yang digunakan dalam penyelesaian Perbaikan Saluran Irigasi Tersier Daerah Irigasi Pakis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut Dimensi saluran penampang yang ekonomis adalah Lebar dasar saluran (b) = 1,48 m, Tinggi jagaan (hjagaan) = 0,50 m, Tinggi saluran (hsal) = 1,14 m, Luas penampang basah (A) = 1,35 m. Debit rerata pada saluran tersier Irigasi Desa Bunut wetan didapatan dengan melakukan pengukuran dengan alat Curent meter sebesar 0,212 m³/det Biaya konstruksi pada perencanaan kembali saluran irigasi tersier yang rusak sesuai volume pekerjaan adalah Rp. 130.837.795en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectIrigasien_US
dc.subjectCurrent Meteren_US
dc.subjectAnalisa Hec-Rasen_US
dc.subjectRencana Anggaran Biayaen_US
dc.titleAnalisis Ketersediaan Air Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Di Daerah Irigasi Mangge Kabupaten Ponorogoen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang