Pembentukan Minat Literasi melalui Learning Community dalam meningkatkan Prestasi Santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Pajarakan-Probolinggo
Abstract
Minat literasi di kalangan remaja, termasuk santri, masih tergolong rendah dan berdampak signifikan terhadap prestasi akademik mereka. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam sering kali lebih menekankan aspek keagamaan daripada pengembangan keterampilan literasi umum. Padahal, kemampuan literasi sangat penting dalam membentuk santri yang kritis, adaptif, dan mampu bersaing di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengurus pesantren, proses pembentukan minat literasi, serta implikasi penerapan learning community dalam meningkatkan prestasi santri di Pondok Pusat Putra Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan-Probolinggo.
Urgensi penelitian ini terletak pada rendahnya indeks literasi nasional, khususnya di lembaga pendidikan Islam seperti pesantren, serta belum banyaknya kajian yang mengeksplorasi peran learning community sebagai pendekatan kolaboratif dalam pengembangan literasi. Relevansi penelitian ini diperkuat oleh kebutuhan untuk menyinergikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan strategi literasi modern, demi membentuk generasi santri yang tidak hanya religius, tetapi juga literat dan berprestasi. Penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi teoritis dalam kajian pendidikan Islam serta masukan praktis bagi pengelola pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengurus dalam pembentukan minat literasi meliputi pembentukan kelompok belajar (learning community), penyediaan fasilitas literasi seperti perpustakaan dan akses digital, pelatihan guru, serta penyelenggaraan kegiatan literasi interaktif. Proses pembentukan minat literasi terjadi melalui tahapan eksposur, keterlibatan, dan penguatan, yang melibatkan aspek kognitif, afektif, dan konatif santri. Penerapan learning community terbukti efektif dalam meningkatkan minat literasi dan berdampak langsung terhadap peningkatan prestasi santri baik di bidang akademik maupun non-akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa learning community merupakan strategi yang adaptif dan kontekstual dalam mengembangkan literasi di lingkungan pesantren tradisional.
