| dc.description.abstract | Fenomena menguatnya konservatisme dan intoleransi beragama di berbagai daerah Indonesia menuntut hadirnya gerakan alternatif yang mempromosikan nilai-nilai moderasi. Di tengah kondisi sosial-keagamaan masyarakat Madura, terkhusus daerah kabupaten Pamekasan yang dikenal memiliki semangat keislaman yang kuat namun juga rentan terhadap provokasi ideologis, Kelompok Pemuda Muslim Moderat (PMM) di Pamekasan hadir sebagai inisiatif strategis dalam menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah secara kontekstual.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas penguatan moderasi beragama oleh PMM serta menginterpretasikan dampak dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan gerakan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMM menyelenggarakan beragam aktivitas seperti kajian fardhu ‘ain, safari dakwah lintas komunitas, pengajian akbar, dakwah digital melalui media sosial, serta aksi sosial dan filantropi. Aktivitas tersebut mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, serta akomodatif terhadap budaya lokal. Dampaknya terlihat dalam meningkatnya kesadaran keagamaan yang inklusif, kemampuan pemuda dalam menangkal provokasi, dan terjalinnya harmoni antarormas Islam. Faktor pendukung keberhasilan PMM mencakup pendekatan dakwah tasâmuh (toleran), peran strategis tokoh agama dan lembaga pendidikan, kapasitas intelektual pemateri, optimalisasi media sosial, serta sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan.
PMM Pamekasan berhasil menguatkan moderasi beragama melalui kegiatan dakwah dan sosial yang mencerminkan nilai toleransi, anti-kekerasan, dan komitmen kebangsaan. Gerakan ini berdampak pada meningkatnya sikap inklusif pemuda dan harmoni antarormas Islam. Keberhasilan didukung oleh pendekatan dakwah tasâmuh, dukungan tokoh agama, pemanfaatan media sosial, dan kolaborasi dengan pemerintah. | en_US |