Implementasi Reward dan Punishment dalam Membentuk Karakter Disiplin dan Religius Peserta Didik di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Dau Malang
Abstract
Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) Dau Malang adalah pesantren modern yang menanamkan karakter peserta didik secara holistik, mencakup aspek akademik, kepribadian, dan nilai keislaman. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah sistem reward dan punishment, yang dinilai cukup efektif dalam membentuk kedisiplinan dan religiusitas peserta didik dalam keseharian.
Berdasarkan konteks tersebut fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana perencanaan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin dan religius peserta didik di Thursina IIBS Malang. (2) Bagaimana pelaksanaan reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin dan religius peserta didik di Thursina IIBS Malang. (3) Bagaimana evaluasi reward dan punishment dalam membentuk karakter disiplin dan religius peserta didik di Thursina IIBS Malang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) di Thursina IIBS Malang. teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data berupa informan yang bersangkutan dengan objek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data.
Adapun hasil penelitian ini adalah perencanaan reward dan punishment di Thursina dilakukan melalui sistem poin 5 aspek yang dirancang berdasarkan indikator karakter disiplin dan religius, serta disusun bersama oleh tim pendidikan dan pembinaan; pelaksanaannya diterapkan secara menyeluruh dalam aktivitas peserta didik sehari-hari, dengan melibatkan pembiasaan yang diarahkan oleh ustadz/ustadzah dan pengawasan intensif dari para murabbi/murabiyyah, serta pemberian penghargaan maupun sanksi yang bersifat mendidik dan bertahap; dan evaluasi dilaksanakan secara berkala melalui forum musyawarah asatidz dan laporan perkembangan karakter peserta didik, yang menjadi dasar pertimbangan untuk penyempurnaan sistem pembinaan, agar pembentukan karakter disiplin dan religius berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan di lingkungan pesantren.
