Show simple item record

dc.contributor.authorNatsir, Muh
dc.date.accessioned2026-01-14T02:58:13Z
dc.date.available2026-01-14T02:58:13Z
dc.date.issued2025-08-04
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12593
dc.description.abstractBanjir merupakan bencana yang kerap terjadi di Indonesia, khususnya saat musim hujan. Kecamatan Bolo di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, termasuk wilayah yang rawan banjir akibat kondisi topografi dataran rendah dan meluapnya sungai. Sayangnya, belum tersedia data spasial yang memetakan tingkat kerawanan banjir di wilayah ini secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan daerah rawan banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan skoring dan pembobotan. Hasil dari penelitian ini adalah Lima parameter utama yang digunakan dalam analisis ini yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, dan buffer sungai. Setiap parameter diberi bobot dan skor berdasarkan tingkat pengaruhnya terhadap risiko banjir, lalu dilakukan proses overlay untuk mendapatkan peta kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,65 km² (59,90%) wilayah termasuk dalam kategori sangat rawan banjir, 17,22 km² (22,11%) dalam kategori Rawan, dan 14,01 km² (17,99%) termasuk wilayah aman dari banjir. Luas wilayah yang terdampak sebagai daerah rawan banjir di Kecamatan Bolo adalah sebesar 70,76 km² atau 93,52% dari total luas wilayah penelitian, Luasan ini terdiri terdiri dari dua kelas kerawanan, yaitu rawan dan sangat rawan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kerawanan adala kemiringan lereng yang sebagian besar berupa dataran dengan kemiringan 0–8%., yang dominan berada pada dataran rendah dengan pemanfaatan lahan sebagai ladang dan tegalan, serta jenis tanah Chromic Luvisols yang mempunyai hari infiltrasi rendah, serta penggunaan Lahan sebagai ladang dan tegalan juga memperburuk potensi banjir. Daerah dalam jarak 0–25 meter dari sungai termasuk zona sangat rawan. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi sistem drainase permukiman, dilakukan pengukuran topografi, Pengembangan bangunan pengendali banjir seperti kolam retensi, embung, dan tanggul dapat menjadi solusi teknis yang direkomendasikan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectPemetaan Rawan Banjiren_US
dc.subjectSIGen_US
dc.subjectSkoringen_US
dc.subjectPembobotanen_US
dc.subjectKecamatan Boloen_US
dc.titleStudi Pemetaan Daerah Rawan Banjir Dengan Metode Skoring Dan Pembobotan Di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Baraten_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang