| dc.description.abstract | Moderasi beragama merupakan prinsip kunci dalam pembangunan karakter siswa yang toleran dan inklusif, terutama dalam konteks masyarakat multikultural dan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan desain dan strategi pengarusutamaan moderasi beragama melalui literasi digital dalam pembelajaran PAI; menjelaskan pelaksanaan strategi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar; serta mengevaluasi efektivitas dan tantangan integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI di dua sekolah Islam tingkat SMA, yaitu SMA Al-Huda Tuban dan SMA Aisyiyah Boarding School Malang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan siswa; observasi terhadap proses pembelajaran; serta dokumentasi kebijakan dan media pembelajaran berbasis digital yang digunakan di kedua sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran dirancang berdasarkan penguatan nilai-nilai moderasi seperti toleransi, anti-kekerasan, dan cinta tanah air yang diintegrasikan melalui media digital. Guru memanfaatkan platform seperti YouTube, blog, dan media sosial internal sebagai sarana kreatif untuk menyampaikan materi PAI dengan pendekatan reflektif dan kontekstual. Pelaksanaan pembelajaran memperlihatkan keterlibatan aktif siswa dalam proyek-proyek digital bertema moderasi, seperti pembuatan vlog, artikel opini, dan infografis edukatif. Evaluasi terhadap implementasi menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam hal infrastruktur dan literasi teknologi guru, program ini berdampak positif terhadap sikap keberagamaan siswa, budaya digital sekolah, serta penguatan kelembagaan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan Islam yang adaptif, terbuka, dan kolaboratif. | en_US |