| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kepemimpinan Kiai dalam mewujudkan sikap moderasi beragama santri di Pondok Pesantren Al Akhyariyah Blega Bangkalan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter santri agar mampu bersikap moderat, toleran, dan inklusif dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bermasyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu: peran kepemimpinan Kiai, langkah-langkah kepemimpinan dalam menanamkan nilai moderasi beragama, serta implikasi kepemimpinan Kiai terhadap kehidupan santri dan lingkungan pesantren.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kiai di Pondok Pesantren Al Akhyariyah memainkan tujuh peran strategis dalam kepemimpinannya, yakni sebagai direktur masa depan, agen perubahan, juru bicara, pelatih kepercayaan, pemimpin situasional, penentu keputusan, dan motivator. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain: penguatan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah, penguatan organisasi dan kelembagaan, keteladanan serta penanaman nilai, dan integrasi nilai-nilai moderasi dalam kurikulum. Implikasi dari kepemimpinan ini tampak dalam terwujudnya pemahaman moderasi beragama secara komprehensif di kalangan santri, terciptanya lingkungan pesantren yang harmonis, serta kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar.
Dengan demikian, kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren Al Akhyariyah terbukti menjadi aktor utama dalam membentuk generasi santri yang berkarakter moderat dan mampu beradaptasi dengan realitas sosial keagamaan yang kompleks tanpa kehilangan identitas keislamannya. | en_US |