Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Ulayya Nariswari Bima
dc.date.accessioned2026-01-26T03:38:54Z
dc.date.available2026-01-26T03:38:54Z
dc.date.issued2025-05-24
dc.identifier.urihttp://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/12740
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejelasan hukum terkait persyaratan aborsi bagi korban pemerkosaan dalam KUHP dan Undang-Undang No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Melalui penelitian hukum normatif, studi ini mengkaji KUHP, Undang-Undang Kesehatan, literatur hukum, dan pandangan ahli. KUHP, sebagai produk hukum era kolonial, menetapkan syarat-syarat aborsi untuk melindungi hak perempuan sekaligus menghormati norma sosial dan moral. Penelitian ini juga menelaah Pasal 118 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, terutama implementasinya serta potensi konflik dengan aturan yang lebih tinggi. Fokus utama adalah apakah peraturan ini memberikan kepastian hukum bagi korban pemerkosaan yang memerlukan aborsi. Selain itu, penelitian ini menyoroti validitas surat keterangan dokter dan penyidik sebagai dasar aborsi, mempertanyakan apakah persyaratan ini melindungi hak korban atau justru menghambat akses keadilan, terutama jika usia kehamilan telah melewati batas yang ditentukan. Ketidakpastian penegakan hukum menjadi masalah utama, di mana pembuktian kehamilan akibat pemerkosaan harus sesuai dengan Pasal 118 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Pasal ini memperbolehkan aborsi akibat pemerkosaan dengan surat keterangan dokter dan penyidik, asalkan usia kehamilan tidak lebih dari 14 minggu. Lebih dari itu, pembuktian menjadi rumit. Praktiknya, proses pembuktian seringkali memakan waktu lama, mempersulit korban mendapatkan layanan aborsi yang aman. Ketentuan yang ketat mengenai syarat pembuktian aborsi berpotensi memberatkan korban.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectEksistensi Suraten_US
dc.subjectPenyidiken_US
dc.subjectTindakan Aborsien_US
dc.subjectPemerkosaanen_US
dc.titleEksistensi Surat Keterangan Penyidik sebagai Syarat Tindakan Aborsi terhadap Korban Pemerkosaanen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang