Potensi Analgesik Ekstrak Metanol Kulit Buah Matoa (Pometia Pinnata) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus novergicus)
Abstract
Pendahuluan: Kerusakan atau potensi kerusakan jaringan tubuh dapat memicu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, yang dikenal sebagai nyeri. Saat ini, penggunaan analgesik sintetik seperti NSAID menjadi pilihan utama dalam manajemen nyeri. Namun, konsumsi jangka panjang NSAID sering kali menimbulkan efek samping serius, oleh karena itu, pencarian alternatif berbasis tanaman herbal menjadi semakin penting. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai analgesik alami adalah matoa (Pometia pinnata). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgesik dari ekstrak metanol kulit buah matoa secara in vivo
Metode: Ekstraksi kulit buah matoa dilakukan menggunakan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dengan pelarut metanol, kemudian hasil ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Skrining fitokimia dilakukan dengan penambahan reagen spesifik untuk mengidentifikasi senyawa aktif. Uji analgesik dilakukan pada 25 ekor tikus yang dibagi dalam lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kontrol positif (asam mefenamat 9 mg/kgBB), serta tiga kelompok dosis ekstrak metanol kulit buah matoa (50, 100, dan 200 mg/kgBB). Ambang nyeri diukur setiap 30 menit selama 180 menit menggunakan metode Paw Pressure Test, dan data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05.
Hasil: Hasil skrining fitokimia pada ekstrak metanol kulit buah matoa positif terdapat tanin, saponin, alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Aktivitas analgesik paling baik ditunjukkan oleh kelompok perlakuan III diantara perlakuan dosis ekstrak lainnya dengan rata-rata nilai AUC total inhibisi nyeri 2026.8 gram.menit. dan persentase inhibisi nyeri sebesar 39.73%. Hasil pengujian statistika menunjukkan kelompok perlakuan dosis ekstrak tidak ada perbedaan signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (p≤0.05).
Kesimpulan: Pemberian ekstrak metanol kulit buah matoa pada semua dosis terbukti memiliki potensi sebagai analgesik dan dosis 200 mg/kgBB adalah dosis yang optimal, yang sebanding dengan kontrol positif (asam mefenamat).
Kata kunci: Analgesik; Metanol; Pometia pinnata
