Pengaruh Variasi Jenis Pelarut Pada Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora Persica) Terhadap Aktivitas Penghambatan Dan Penghancuran Biofilm Staphylococcus aureus
Abstract
Pendahuluan: Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen yang bisa membentuk biofilm dan mengakibatkan berbagai infeksi kronis. Biofilm berfungsi melindungi bakteri dari terapi antibiotik dan sistem imun, sehingga perlu dilakukan pencarian obat baru untuk mengatasinya. Kayu siwak (Salvadora persica) diketahui mengandung senyawa antibakteri dan antibiofilm pada permukaan gigi. Namun, efektivitas pada bakteri lain belum diketahui. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi inhibisi dan eradikasi biofilm Staphylococcus aureus oleh ekstrak kayu siwak menggunakan berbagai pelarut.
Metode: Studi ini menggunakan desain uji pasca dengan bakteri Staphylococcus aureus. Batang siwak diekstraksi menggunakan ekstraksi ultrasonik dengan metanol, etil asetat, dan n-butanol sebagai pelarut. Uji penghambatan dilakukan dengan konsentrasi 7000 ppm sementara eradikasi biofilm dilakukan pada 1000 ppm. Kuantifikasi pewarnaan kristal violet dilakukan pada 585 nm. Perlakuan terdiri dari berbagai kombinasi pelarut, Tween 1%, Proclin 70%, bakteri+media, dan media kosong. Data dianalisis menggunakan uji statistik nonparametrik.
Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kayu siwak pada fase inhibisi dengan pelarut metanol, n-butanol, dan etil asetat menghasilkan persentase hambatan biofilm sebesar 11,23%, 10,70% dan 4,36% dengan nilai BBU 14,86 ± 1,93, 14,95 ± 1,08, dan 16,01 ± 2,64. Pada fase eradikasi, ekstrak kayu siwak dengan pelarut etil asetat, n-butanol, dan metanol menghasilkan persentase penghancuran biofilm sebesar 21,96%, 18,88%, dan 10,56% dengan nilai BBU 12,93 ± 3,15, 13,44 ± 2,42, dan 14,82 ± 2,82..
Kesimpulan: Ekstrak kayu siwak yang didapat dari proses UAE dengan pelarut metanol, etil asetat, dan n-butanol tidak berpotensi menginhibisi pada konsentrasi 7000 ppm dan mengeradikasi pada konsentrasi 1000 ppm terhadap biofilm Staphylococcus aureus..
Kata Kunci : Salvadora persica, biofilm, Staphylococcus aureus, ultrasound extraction, antibiofilm alami.
